Jelang Puncak Ibadah Haji, Jemaah Diminta Kurangi Umrah Demi Jaga Kesehatan

AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk memprioritaskan kesehatan fisik menjelang puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Abdul Wachid, menyampaikan pentingnya menjaga stamina dan mengurangi aktivitas umrah sunnah agar jemaah dalam kondisi prima saat menjalankan rukun haji.
"Kurang lebih lima hari lagi kita akan melaksanakan puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan Mina. Itu membutuhkan tenaga yang cukup besar dan tubuh yang fit," kata Abdul Wachid di Madinah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025) waktu setempat.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda 2025
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu mengingatkan, banyak jemaah kerap berulang kali melaksanakan umrah sejak tiba di Tanah Suci. Padahal menurutnya, aktivitas tersebut dapat menguras tenaga dan berpotensi mengganggu kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah haji.
"Kami harap aktivitas umrah dikurangi dulu. Hajinya ini yang paling utama. Setelah ibadah haji selesai, jemaah bisa melaksanakan umrah kembali satu atau dua kali," ujarnya.
Abdul Wachid juga mengimbau jemaah untuk memperhatikan asupan gizi, menjaga pola istirahat, dan mengonsumsi makanan serta obat-obatan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.
"Makan yang sudah disiapkan itu harus dimakan. Itu berdampak pada kesehatan. Jaga stamina dan kumpulkan tenaga untuk berangkat ke Arafah," pungkasnya.
Baca Juga: Puncak Haji Terancam Kacau, DPR Desak Kemenag Kembalikan Sistem Kloter
Sebagai informasi, pemerintah Arab Saudi mencatat suhu udara di kawasan Arafah dan Makkah dalam beberapa hari terakhir mencapai 44–46 derajat Celsius.
Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, dan fokus pada pemulihan kondisi fisik menjelang keberangkatan ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1446 H.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga telah menyiapkan langkah mitigasi dan layanan kesehatan khusus, untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus dehidrasi dan kelelahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








