Prabowo Gelar Ratas Bahas Perpindahan Investasi Baterai Mobil dari LG ke Huayou

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan ratas kali ini guna membahas kelanjutan hilirisasi baterai electric vehicle (EV), khususnya soal perpindahan investasi dari LG ke Huayou.
"Hari ini kami akan ratas dalam pembahasan kelanjutan EV baterai mobil terkait dengan LG," kata Bahlil kepada wartawan di lokasi.
"Kan kita sudah tahu bahwa LG sejak dari awal kami sudah memutuskan hubungannya, dan akan dilakukan kerja sama kepada Huayou," lanjut Bahlil.
Baca Juga: Mundur dari Proyek Titan, LG Pilih Tambah Investasi USD1,7 Miliar di Proyek Omega
Oleh karena itu, pemerintah saat ini akan menindaklanjuti pembaharuan kerjasama tersebut. Dia pun akan melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait perkembangan investasi tersebut.
"Jadi ini partner baru dan sudah selesai sih. Ini tinggal kami memberikan laporan ke bapak presiden," ungkapnya.
Selain Bahlil, beberapa Menteri Kabinet Merah Putih yang terpantau hadir yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan proyek investasi kendaraan listrik (EV) senilai USD 9,8 miliar yang telah disepakati antara Indonesia dan LG Energy Solution dari Korea Selatan pada 18 Desember 2020 tetap berjalan sesuai rencana.
Meskipun LG Energy Solution memutuskan mundur dari sebagian proyek yang tergabung dalam skema 'Indonesia Grand Package'. Proyek ini mencakup pengembangan rantai pasok baterai EV secara terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai.
Sebagai bagian dari komitmen investasi tersebut, pada 3 Juli 2024, Presiden ke-7 Joko Widodo meresmikan pabrik sel baterai EV pertama di Indonesia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Alasan LG Hengkang: Terlalu Lama
Pabrik ini adalah hasil kerja sama antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution melalui PT HLI Green Power dan telah beroperasi dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 10 Gigawatt hour (GWh).
Bahlil menegaskan bahwa secara keseluruhan proyek tidak mengalami perubahan mendasar. Yang terjadi adalah penyesuaian mitra investasi dalam struktur joint venture (JV).
"Secara konsep, pembangunan dari Grand Package ini tidak ada yang berubah. Infrastruktur dan rencana produksi tetap sesuai dengan peta jalan awal. Perubahan hanya terjadi pada level investor, di mana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya pada JV 1, 2, dan 3 yang baru, dan telah digantikan oleh mitra strategis dari Tiongkok, yaitu Huayou, bersama BUMN kita," jelas Bahlil dalam keterangan resminya, Rabu (23/4/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina






