Menhan Tegaskan Pentingnya Konsolidasi Industri Pertahanan di Bawah Kendali Kemhan dan Danantara

AKURAT.CO Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan pentingnya konsolidasi industri pertahanan nasional di bawah satu kendali Kementerian Pertahanan (Kemhan), bersama BPI Danantara—lembaga cetusan Presiden Prabowo Subianto—dan jajaran holding BUMN pertahanan.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pembangunan kekuatan pertahanan nasional berjalan secara terarah dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Menhan dalam rapat kerja bersama Panglima TNI, Kepala Staf TNI, dan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Sjafrie menjelaskan, industri pertahanan tidak berorientasi pada keuntungan, sebab hanya melayani kebutuhan militer dan tidak berada dalam mekanisme pasar bebas seperti industri komersial lainnya.
“Mungkin bapak ibu paham, industri pertahanan itu bukan industri profitable. Pasarnya hanya tentara, tidak ada industri pertahanan yang mencari untung, dan kita tidak bisa cari alutsista di supermarket,” ujar Sjafrie.
Baca Juga: Menhan: Kebutuhan Rumah Dinas Prajurit TNI Masih Jauh dari Ideal
Karena karakteristik itu, menurutnya, diperlukan kendali penuh dari Kemhan untuk memastikan pengembangan industri berjalan sesuai kebutuhan nasional.
“Nah, oleh karena itu, saya selaku pembina teknis industri pertahanan, telah mengusulkan agar seluruh industri pertahanan berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan. Supaya saya bisa lihat langsung, tidak terpecah di kementerian lain yang bisa membuat teknisnya tidak sinkron,” tegasnya.
Sjafrie menambahkan, kehadiran BPI Danantara telah menjadi langkah awal untuk menyatukan seluruh BUMN pertahanan agar lebih fokus pada misi pertahanan nasional ketimbang mengejar profit bisnis.
“Itulah makanya, sekarang dengan Danantara, seluruh BUMN industri pertahanan sudah mulai ditarik untuk fokus kepada kebutuhan pertahanan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, Presiden Prabowo, saat masih menjabat Menhan, telah mengalokasikan Rp6 triliun untuk membangun industri pertahanan nasional.
“Pak Prabowo sudah menggelontorkan Rp6 triliun untuk mendukung pembangunan kekuatan pertahanan nasional. Ini yang akan kami lanjutkan,” kata Sjafrie.
Dengan konsolidasi ini, Sjafrie berharap Danantara dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kemandirian pertahanan nasional dan mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.
Baca Juga: Gubernur DKI Pramono Anung Minta Maaf Belum Sepenuhnya Gunakan Transportasi Umum
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









