Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Tekankan Pentingnya Keseimbangan Antara Kemakmuran dan Keadilan Sosial

AKURAT.CO, Kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung. Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk memastikan keseimbangan antara kemakmuran dan keadilan sosial.
"Formula kemakmuran harus dibangun di atas fondasi solidaritas. Kita memiliki sumber daya besar yang harus dikelola dengan bijak. Sejarah membuktikan, kejayaan suatu bangsa bergantung pada kemampuannya mengelola kekayaan alam dan menjaga keseimbangan sosial," ungkap Tamsil Linrung dalam khutbah Idul Fitri di hadapan ribuan jamaah, Matraman Raya, Jakarta, Senin (31/3/2025).
Senator asal Sulawesi Selatan ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Idul Fitri sebagai refleksi sekaligus aksi nyata dalam membangun keadilan dan keberlanjutan.
"Sebagai ekspresi syukur, pemerintahan Presiden Prabowo telah menabuh strategi kemakmuran yang berkeadilan, yakni Indonesia yang berdaulat secara ekonomi, sejahtera secara sosial, dan kokoh dalam solidaritas kebangsaan," terang dia.
Menurut mantan pimpinan Badan Anggaran DPR RI ini, distribusi kekayaan yang lebih adil bukan sekadar kebijakan teknokratis, tetapi bagian dari arsitektur besar dalam membangun peradaban.
"Reformasi fiskal dan redistribusi sumber daya adalah dua pilar utama yang menopang arsitektur kemakmuran yang dikumandangkan oleh Presiden Prabowo," ucap Tamsil Linrung tandas.
Lebih jauh Ia menyoroti kisah negeri Saba’ sebagai refleksi bagi Indonesia dalam menyongsong era kemakmuran yang berkelanjutan. Menurutnya, kejayaan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh limpahan sumber daya, tetapi juga oleh keberlanjutan dan solidaritas sosial yang menopangnya.
"Saba’ adalah epos (kisah kepahlawanan) peradaban paling maju di zaman itu. Tanahnya subur dengan sistem irigasi yang canggih. Kisah kemakmurannya masyhur mengisi sejarah kolosal. Namun Saba' runtuh. Bukan karena kekurangan sumber daya. Melainkan karena mereka mengabaikan nilai-nilai keberlanjutan dan kehilangan solidaritas sosial," ungkap Tamsil Linrung.
Ia memaparkan, Al-Qur’an, menggambarkan Saba’ sebagai negeri yang kaya raya dan berlimpah sumber daya. Akan tetapi, kehancurannya menjadi pelajaran bagi bangsa-bangsa setelahnya.
"Saba’ diberkahi dengan kebun-kebun anggur yang hasil panennya melimpah, kehidupan yang tenteram, dan tanah yang subur. Namun, penduduknya kehilangan dimensi spiritual, menanggalkan kebersamaan, dan membiarkan solidaritas meranggas. Akibatnya, mereka terjerembab dalam bencana yang meluluhlantakkan segalanya," tuturnya.
Agar tidak terperangkap dalam kesalahan yang sama, menurut Tamsil, kisah Saba’ harus menjadi pengingat bagi Indonesia. Dengan kekayaan alam yang jauh lebih besar, Indonesia berpotensi menjadi bangsa besar yang makmur dan berdaulat.
Namun, Ia mengingatkan, tanpa pemerataan dan keberlanjutan, potensi ini bisa berubah menjadi bumerang.
"Indonesia adalah negeri dengan anugerah yang tak terhingga. Jika Saba’ digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai negeri kaya raya, maka kita tidak perlu berimajinasi untuk membayangkan Saba', karena Indonesia lebih dari Saba’," ucapnya.
Idul Fitri dinilai Tamsil sebagai momentum untuk menata langkah ke depan dan membangun komitmen kebangsaan yang lebih kokoh. Karena itu, Idul Fitri, ditegaskan dia, bukan sekadar perayaan kemenangan.
"Kita telah melewati festival spiritual selama sebulan penuh. Ramadan mengajarkan tentang solidaritas sosial, tenunan kemanusiaan yang menghubungkan satu sama lain dalam simpul kebersamaan," imbuh Tamsil Linrung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








