PKB Soroti Perkembangan AI: Peluang atau Ancaman?

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menaruh perhatian serius terhadap perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang dinilai sebagai tantangan besar bagi Indonesia di masa depan.
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan, AI adalah instrumen penting yang harus dihadapi dengan kesiapan penuh.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam diskusi bertajuk “AI vs Manusia, Revolusi Industri Masa Depan atau Ancaman Eksistensi?” di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
"PKB memiliki concern terhadap perkembangan AI karena ini akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Penguasaan teknologi AI, penggunaannya, hingga regulasi yang mengaturnya harus dipersiapkan dengan matang," ujar Jazilul.
Baca Juga: Google Permudah Penghapusan Informasi Pribadi dari Hasil Pencarian, Indonesia Termasuk
Jazilul juga mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Menurutnya, AI harus digunakan dengan memperhatikan aspek etika dan regulasi agar tidak merugikan masyarakat.
"PKB mendorong penguatan perlindungan data pribadi, karena AI memiliki dampak luas. Jika tidak diatur dengan baik, bisa muncul banyak modus kejahatan yang memanfaatkan AI," tegasnya.
Jazilul mengingatkan bahwa AI telah digunakan dalam berbagai modus penipuan, seperti deepfake dan pencurian identitas, yang membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana yang buatan AI.
"Ke depan, perbedaan antara produk asli dan produk buatan AI akan semakin sulit dikenali. Ini bisa menjadi tantangan besar bagi masyarakat," tambahnya.
Di sisi lain, Ketua DPP PKB Bidang Perdagangan dan Industri, Lukmanul Khakim, menilai, perkembangan AI di sektor industri memberikan dampak positif dan negatif sekaligus.
"AI mampu meningkatkan efisiensi, otomatisasi, dan mengurangi biaya produksi. Tapi di sisi lain, AI juga mengancam lapangan pekerjaan tradisional yang selama ini dikerjakan manusia," jelasnya.
Menurutnya, AI kini telah berkembang pesat hingga mampu menggantikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia.
Baca Juga: Sumut United Sukses Juarai PNM Liga Nusantara 2024-2025 dengan Taklukkan Tornado FC Pekanbaru
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya diskusi dan strategi khusus agar kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan tanpa merugikan pekerja.
"AI adalah pedang bermata dua. Satu sisi, membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia, tetapi di sisi lain, bisa menjadi ancaman bagi banyak profesi. Pemerintah harus siap menghadapi dampak ini," tandas Lukmanul.
PKB berharap pemerintah dapat merancang regulasi yang jelas untuk menghadapi era AI dan otomatisasi, sehingga dampak negatifnya dapat diminimalisir, sekaligus memaksimalkan manfaatnya bagi kemajuan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









