Akurat Logo

Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan Antarpartai Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur

Atikah Umiyani | 26 Februari 2025, 13:55 WIB
Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan Antarpartai Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya persatuan dan kerja sama antarpartai dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam penutupan Kongres ke-VI Partai Demokrat, di Jakarta, Selasa (25/2/2025) malam.

"Saudara-saudara sekalian, cita-cita pendiri bangsa kita jelas dan cita-cita saya yakin semua partai adalah sama dan jelas. Kita ingin Indonesia berhasil. Kita ingin Indonesia aman, adil, dan makmur," ucap Prabowo, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, pembangunan bangsa bukanlah tugas yang bisa diselesaikan jangka pendek, melainkan membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga: Begini Respons Adik Prabowo Soal Tagar Indonesia Gelap

Dia lantas mengibaratkan pembangunan ini seperti pembangunan gedung yang harus memiliki fondasi kokoh.

"Kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa bukan pekerjaan 5 tahun, bukan pekerjaan 10 tahun, pekerjaan puluhan tahun. Kita bangun di atas ya ibarat membangun gedung, di atas fondasi, di atas lantai-lantai yang kokoh, pilar-pilar yang kokoh, tonggak-tonggak yang kokoh," katanya.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menghadapi berbagai tantangan nasional dengan semangat kebersamaan. Dia pun mengajak seluruh pihak, untuk bersama-sama membangun bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

"Kita dalam satu kapal besar Republik Indonesia, kokoh masa depan kita, gemilang tidak terlalu jauh. Kita, bersama-sama kita kelola, bersama-sama kita berbuat kebaikan. Kita atasi masalah. Kalau ada salah pengertian kita duduk dengan baik," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.