Akurat Logo

GP Ansor Godok Terobosan untuk Rangkul Anak Muda Lewat Komunitas Ansor Hub

Paskalis Rubedanto | 2 April 2024, 22:34 WIB
GP Ansor Godok Terobosan untuk Rangkul Anak Muda Lewat Komunitas Ansor Hub

AKURAT.CO Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin, mengaku tengah menggodok terobosan untuk merangkul anak-anak muda melalui industri kreatif.

Addin mengatakan, GP Ansor melihat populasi anak muda semakin besar dan keinginan mereka semakin beragam. Maka kemudian cara pandang Ansor juga harus berubah.

“Salah satu trobosan kedepan yang kita coba bikin adalah kita ingin membangun hubungan begitu luas begitu massif dengan anak muda, kita ingin mengemas satu industri kreatif, jadi anak-anak muda yang hobinya bikin film, sinematografi atau komika misalnya, olahraga segala macam kita coba bikin set up bareng-bareng. Sehingga Ansor juga dirasakan manfaat ke mereka,” kata Addin dalam wawancara khusus bersama Akurat.co, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga: Selain Emas Olimpiade Paris, Fajar/Rian Juga Targetkan Gelar di Indonesia Terbuka

“Saya fikir kalau ini dikelola secara baik, kita akan melahirkan banyak anak muda hebat yang beragama juga akhirnya bagus, moderat, kemudian karakter bagus,” tambahnya.

Selain industri kreatif, GP Ansor juga akan membuat komunitas bernama Ansor Hub, dimana akan tersebar di 12 kota di Indonesia.

“Jadi tadi, soal industri kreatif, yang kedua upaya kita merangkul mereka itu kita bikin Ansor Community, komunitas Ansor kita namanya Ansor Hub, yang ini akan berjejaring di 12 kota besar se Indonesia. Kenapa 12 kota, karena 12 kota ini pertumbuhan besar sekali, seperti kafe restoran semakin besar, ini menjadi titik poin kita bergerak dari situ,” bebernya.

Baca Juga: Viral, Seorang Wanita di Tangerang Tega Bunuh Penjaga Toko Baju Usai Ditegur untuk Lepas Alas Kaki

Lebih lanjut, ia juga menekankan poin keagamaan dalam pendekatan dengan anak-anak muda. Menurutnya penting agar Gen Z dan Millenial, tidak sungkan untuk belajar agama.

“Kita ingin memastikan satu hal, bahwa ketika mereka ingin belajar agama, jangan dari guru yang salah. Mereka memilih dari guru-guru yang dikenal oleh masyarakat sehingga mereka belajar tidak dari guru yang salah, itu soal agama,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.