Soal Pemilu, Uskup Kardinal Suharyo: Siapapun yang Terpilih, Warga Tetap Awasi Pemerintahan

AKURAT.CO Menghadapi tahun politik, Uskup Kardinal Ignatius Suharyo, selaku pemimpin umat Katolik Gereja Katedral Jakarta, menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat untuk mengawasi siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin Indonesia.
Pesan tersebut, dia sampaikan sembari menyampaikan pesan Natal 2023. Mulanya, dirinya menyinggung soal kedamaian pemilu dan pesannya kepada umat Katolik bagaimana memilih pemimpin yang baik.
Baca Juga: Ribuan Jemaat Ikuti Misa Pontifikal dengan Damai di Katedral Jakarta
Kemudian, ia menjampaikan, siapa pun yang terpilih, sebagai warga yang baik, maka harus tetap mengawasi jalannya pemerintahan yang diberi hak untuk memimpin negara.
“Siapa pun yang nanti terpilih, sebagai warga negara Indonesia harus tetap mengawasi jalannya pemerintahan dan kritis pemerintahan yang diberi hak oleh rakyat untuk memimpin negara ini, untuk menuju cita-cita kemerdekaan,” kata Uskup Kardinal Suharyo, di Gereja Katedral Jakarta, Senin (25/12/2023).
Adapun menurutnya, yang harus benar-benar diawasi adalah tentang kesejahteraan umum, bukan hanya DPR sebagai wakil rakyat, namun masyarakat juga harus ikut mengawasi.
“Yang kedua, mewujudkan kesejahtetaan umum, sudah tercapai belum? Pemerintah yang menuju kesejahteraan umum atau kesejahteraan kelompok, harus diawasi, seperti mengawasi DPR, masyarakat harus ikut terlibat,” imbuhnya.
Selanjutnya, tentang kecerdasan bangsa yang terhitung masih di bawah rata-rata, menurutnya, pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ketiga, mencerdaskan bangsa sudah tercapai belum? Angka kecerdasan kita menurut penelitian 78,2 itu rendah, selisihnya masih jauh, negara itu berperan dalam menyejahterakan bangsa, uang pajak dibawa kemana, menteri ditangkap, anggota DPR dan hakim ditangkap,” beber dia.
Baca Juga: Pesan Natal dari Uskup Kardinal Suharyo kepada Manusia: Hidup Harus Sesuai Kodrat
Dia pun menyinggung soal kasus korupsi, pejabat yang ditangkap, hingga banyak kasus yang membuatnya sedih dan merasa tertusuk hati.
“Itulah realitas kita, maka pemerintah siapa pun yang terpilih, warga negara wajib ikut mengawasi bagaimana jalannya pemerintahan, supaya sejalan dengan cita-cita negara Indonesia,” demikian Uskup Kardinal Suharyo.
Seperti diketahui, Indonesia saat ini tengah menghadapi tahun pemilu, dimana kita tengah berada di masa kampanye, dan hari pencoblosan jatuh pada 14 Februari 2024 mendatang, dengan tiga pasangan calon, yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa






