Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Ajang Silaturahmi Dan Inklusivitas

AKURAT.CO Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan hari besar yang dinantikan oleh umat Islam.
Pada kesempatan ini biasanya digelar berbagai acara dan tradisi di masjid-masjid dan rumah sebagai ajang silaturahmi dan menyampaikan kembali kisah Nabi Muhammad SAW dan suri tauladannya.
Sekjen Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (PB DDI), Dr. Muh. Suaib Tahir, menjelaskan bahwa nilai utama dari perayaan Maulid Nabi adalah mempererat silaturahmi antara satu dengan yang lain, terutama bagi saudara sesama muslim.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Muslim Harus Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
"Penting bagi kita supaya memahami makna dan urgensi silaturahmi itu sendiri. Kalau silaturahmi antara kita sudah tidak ada, maka itu akan menimbulkan hal-hal yang negatif seperti individualisme. Kita jadi tidak mau lagi mengetahui apa yang dialami oleh teman kita, saudara kita, ataupun tetangga kita," jelasnya melalui keterangan pers, Rabu (27/9/2023).
Suaib menerangkan jika rasa silaturahmi kuat dalam diri seseorang, itu bukan saja berdampak baik pada orang itu sendiri tetapi juga kepada sekitarnya, termasuk mereka yang tidak seiman.
"Misalnya saya suka bersilaturahmi ke teman-teman. Tentu rasa sayang atau hormat saya itu juga lahir bukan saja kepada orang yang seiman tapi juga pada sesama umat manusia. Dengan kita memperingati maulid Nabi Muhammad kita diingatkan bahwa salah satu hal yang paling penting adalah mempererat silaturahmi antara kita dengan manusia lainnya," katanya.
Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta ini mengulas tentang beberapa kalangan yang menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah bid'ah bahkan sesat.
Argumen dari kalangan yang berpikir demikian biasanya bersumber dari riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya tidak pernah melakukan perayaan Maulid.
Menurut Suaib, sesuatu yang baik itu bisa dilakukan walaupun tidak dicontohkan secara spesifik di dalam agama.
"Salah satu contohnya adalah ketika kita mencium tangan orang tua, apakah itu sesuatu yang baik atau tidak? Kita kan hanya diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua tapi kita tidak diperintahkan untuk duduk bersimpuh di depan mereka dan mencium tangannya, bahkan ada yang sampai mencium kaki orang tuanya," jelasnya.
Dia mengatakan, perbuatan itu adalah hal yang baik dan disepakati oleh semua orang. Begitu juga halnya dengan perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah penghormatan besar kepada Rasulullah SAW. Dengan merayakannya, artinya kita menghormati, gembira, senang, bahkan berbahagia karena tiba waktu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: 3 Hikmah Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW biasanya diisi dengan bercerita tentang kisah dan suri teladan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana Rasulullah SAW bersikap terhadap orang lain, baik sesama keluarganya, orang lain, tetangga dan juga kepada nonmuslim dan lain sebagainya.
Menurut peraih gelar doktoral dari Universitas Islam Omdurman, Sudan, itu, perayaan Maulid Nabi tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga di negara-negara Arab dan Afrika Utara. Perayaan ini lazim diadakan dan banyak orang sangat menanti-nanti untuk merayakan Maulid Nabi.
Di banyak negara bahkan perayaan ini dilakukan dengan mengadakan bazar atau pasar festival yang menjual kue dan camilan lokal yang hanya bisa ditemukan saat Maulid Nabi. Tentunya perayaan ini tidak dimaksudkan untuk menghambur-hamburkan uang ataupun berfoya-foya. Justru ada nilai baik di mana pada peringatan Maulid Nabi umat Islam bisa bersilaturahmi antara sesama manusia.
"Misalnya saja kita yang tinggal di kampung bisa berjumpa kembali dengan tetangga yang lama tidak berjumpa, tetapi karena sama-sama menghadiri Maulid Nabi Muhammad kita jadi bisa bertemu dengan tetangga kita," tutur Suaib.
Untuk itu, ia berpesan agar semua pihak bisa mengambil hikmah dari perayaan Maulid Nabi. Seperti halnya merayakan peringatan Kemerdekaan RI setiap tahunnya untuk menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air, Maulid Nabi juga dirayakan untuk menunjukkan kecintaan umat terhadapnya.
"Dalam merayakan peringatan Maulid kita bersyukur bahwa Nabi Muhammad telah diutus untuk memberikan kita petunjuk kepada jalan serta sifat yang baik dan buruk. Semua ajaran Nabi Muhammad adalah tuntunan yang baik dan patut kita ikuti. Prinsipnya, peringatan Maulid Rasulullah SAW yang kita lakukan setiap tahunnya merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad," pungkas Suaib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






