Hoaks Dan Ujaran Kebencian Ancam Demokrasi Indonesia

AKURAT.CO Hoaks dan ujaran kebencian masih menjadi ancaman utama demokrasi Indonesia. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mensinyalir ancaman ini muncul disebabkan rendahnya literasi digital dan internalisasi keadaban sipil (civic virtue).
Peneliti LP3ES Wijayanto mengatakan, warga negara harus terus belajar menghargai perbedaan pendapat dan pilihan politik. Rentannya hoaks dan ujaran kebencian marak beredar melalui media sosial, yang ditunjukkan dari sikap netizen.
"Maraknya ujaran kebencian, intoleransi, dan diskriminasi terhadap minoritas agama dan suku merupakan gejala yang mengkhawatirkan," kata Wijayanto, dalam diskusi publik yang digelar daring bertema "Antisipasi Pemilu dan Pilpres 2024: Peran Media Sosial yang Belum Beradab", Kamis (10/8/2024).
Menurutnya, perbedaan pilihan politik atau keyakinan tidak boleh mencederai modal sosial yang sudah dimiliki bangsa Indoensia. Bahkan jangan sampai menghancurkan pula nilai budaya yang sudah terpatri sejak lama.
"Rasa saling percaya, toleransi, saling tolong menolong, dan saling menghargai perbedaan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




