Akurat Logo

Wapres: Kerukunan Adalah Fondasi Bagi Persatuan Dan Kedamaian Bangsa

Maria Gabrielle | 7 April 2023, 22:27 WIB
Wapres: Kerukunan Adalah Fondasi Bagi Persatuan Dan Kedamaian Bangsa

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengingatkan kerukunan umat merupakan fondasi bagi persatuan dan kedamaian bangsa yang penting dalam mewujudkan visi Indonesia Maju.

Demikian disampaikan Wapres dalam peringatan Nuzulul Qur'an 1444 Hijriah melalui tayangan Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (7/4/2023) malam.

"Kerukunan adalah fondasi bagi persatuan dan kedamaian bangsa kita. Seluruh program, rencana dan kerja kebaikan demi mewujudkan visi Indonesia Maju hanya dapat dieksekusi jika bangsa kita rukun dan bersatu," jelasnya.

Perintah menjaga kerukunan tercantum dalam Al-Qur'an Surah An Nisa ayat 114 yang berbunyi "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mendamaikan antarmanusia yang berselisih."

Wapres menekankan bahwa mendamaikan antar-manusia bukan hanya antar-umat Islam, melainkan juga upaya mencegah terjadinya konflik atau perselisihan dan menjaga kerukunan.

Menurut dia, pengertian ayat tersebut sangat relevan bagi bangsa Indonesia yang besar dan majemuk dalam memperkuat kerukunan antar-umat beragama.

"Adanya perbedaan di antara umat manusia merupakan keniscayaan sesuai dengan realitas kehidupan manusia. Dalam hal ini Al-Qur'an juga telah menyatakan dalam Surah Hud ayat 118 'Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat'," ujar Wapres.

Wapres menjelaskan bahwa hikmah dari ayat tersebut adalah sekiranya Allah SWT menghendaki bahwa pastilah akan menjadikan manusia sebagai umat yang bersatu. Akan tetapi, Allah SWT tidak menghendakinya sehingga manusia akan tetap saling berbeda dalam agama-agama mereka.

Meski demikian, perbedaan-perbedaan yang ada tidak boleh membuat umat manusia saling bermusuhan.

"Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan revitalisasi pengertian ayat di atas dalam kehidupan masyarakat dan bangsa yang majemuk untuk merekatkan dan merawat kerukunan," jelas Wapres.

Wapres mengatakan bahwa bulan puasa menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan rasa kekeluargaan dan persatuan di tengah perbedaan yang ada sehingga dapat memperkokoh persaudaraan sebangsa maupun antar-manusia.

"Kita bersyukur kepada Allah SWT karena umat Islam di Indonesia adalah umat yang wasathiyyin, yaitu yang berpikir moderat, yang menerapkan prinsip at-tawassuth atau bersikap tengah, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan," katanya.

Moderasi dan toleransi beragama menjadi kunci terciptanya kerukunan. Manajemen moderasi beragama merupakan instrumen penting dalam mencegah konflik, membangun konsensus serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya bersyukur bahwa praktik moderasi beragama di negara kita dapat menjadi rujukan bagi dunia. Saya berharap umat Islam di Indonesia dapat menjaga praktik kerukunan yang sudah baik ini dan diharapkan berkontribusi lebih banyak lagi dalam mewujudkan dunia yang damai," tutur Wapres.

Dengan pertolongan Allah SWT dan kerja keras, bangsa Indonesia akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan serta ditinggikan derajatnya.

"Insya Allah bangsa kita terus selamat melewati macam-macam ujian dan tantangan, sehingga dapat terus bertumbuh menjadi negara yang makmur dan sejahtera secara merata," kata Wapres.

Pada kesempatan itu Wapres juga menyampaikan kisah turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadan untuk menjadi sumber petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan batil sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al Baqarah Ayat 185 "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."

Wapres menambahkan, ada dua petunjuk di dalam Al-Qur'an. Pertama, petunjuk bersifat umum (hidayatul addillah) yang diberikan kepada seluruh manusia baik yang beriman maupun tidak beriman (hudan linnas). Kedua adalah petunjuk ma'unah yang diberikan kepada orang-orang yang bertakwa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
W
Editor
Wahyu SK