Akurat Logo

Rapat KPK di Hotel Bintang 5 Dikritik, Alex Marwata Sebut Tarifnya Seharga Bintang 3

| 28 Oktober 2021, 17:22 WIB
Rapat KPK di Hotel Bintang 5 Dikritik, Alex Marwata Sebut Tarifnya Seharga Bintang 3

AKURAT.CO, Pelaksanaan rapat kerja KPK dikritik karena memilih hotel berbintang 5 yakni Hotel Sheraton Mustika, di Depok, Sleman, sebagai lokasi penyelenggaraan dari tanggal 27-29 Oktober 2021.

"Bintang 5 tapi kalau tarifnya bintang 3 kenapa tidak, kan seperti itu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menanggapi kritik tersebut saat ditemui di Hotel Sheraton Mustika, di Depok, Sleman, Kamis (28/10/2021).

"Teman-teman bisa tanya ke pihak hotel. Berapa sih KPK membayar untuk melaksanakan kegiatan di hotel ini, kita transparan terbuka dan semuanya dipertanggungjawabkan," sambungnya.

Meski demikian, dirinya mengaku kurang memahami detail nominal yang dibayarkan untuk penyelenggaraan rapat kerja selama 3 hari itu.

"Saya nggak tahu. Sekjen yang tahu. Itu semua masih dalam batas-batas laporan anggaran yang kami susun, pasti itu. Kita nggak mungkin menyelenggarakan kegiatan yang tidak tersedia anggarannya atau melebihi dari plafon anggaran yang disediakan untuk kegiatan ini," jelas Alex.

Namun, Alex memahami ramainya kritik yang diarahkan kepada KPK sehubungan dengan penyelenggaraan rapat kerja ini. Pihaknya memiliki alasan mengapa rapat sampai harus digelar di Sleman, bukan di markas KPK.

"Kalau kita lakukan di kantor banyak sekali hambatan. Satu, kita tidak bisa sepenuhnya menyatu, karena ada saja pekerjaan-pekerjaan itu yang kemudian mengganggu penjabat sektoral atau juga yang bersangkutan rumahnya atau tinggal di Jakarta, sore kadang-kadang balik," imbuhnya.

Rapat di luar daerah dianggapnya perlu karena juga mampu mendekatkan antara pimpinan KPK dan para pejabat strukturalnya. Menyatukan visi dan misi di tengah suasana berbeda.

"Semua kritik itu atau masukan apapun tergantung bagaimana sudut pandang kita," lanjutnya.

Selain itu, ia beranggapan bahwa kegiatan ini bisa berperan serta dalam program pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Terkhusus di sektor pariwisata.

"Saya kira Jogja itu menjadi salah satu tempat tujuan wisata, ini menjadi pertimbangan kami memutuskan kegiatan kami dilakukan di Jogja. Sekali lagi ini merupakan kinerja yang sudah kami susun jauh-juah hari, bukan dadakan," pungkasnya.

Sebelumnya, rapat kerja KPK di Hotel Sheraton Mustika ini menuai komentar karena dianggap menghambur-hamburkan uang negara. Kritik tersebut datang dari Mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye KPK, Giri Suprapdiono.

"Negara sampai utang untuk APBN agar KPK jaman now, pimpinan, dan pejabatnya bisa sepedaan, rapat, nginap di hotel berbintang lima, nyanyi bareng, ngopi nglothok, bayar komika, dan kongkow santai. Sambil milih-milih hasil sadapan untuk dimusnahkan," cuit Giri dalam akun twitter @girisuprapdiono, Kamis (28/10/2021).

Agenda KPK ini juga menuai kritik tajam dari Novel Baswedan. Mantan Penyidik KPK itu menganggap rapat kerja luar kota pada masa pandemi Covid-19 mempertontonkan ketidakpekaan pimpinan lembaga antirasuah ini dalam menggunakan anggaran negara.

Apalagi, menurut Novel, rapat kerja bisa saja memanfaatkan banyak dan luasnya ruangan di gedung KPK. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.