AKURAT.CO, Sangat disayangkan bagi umat Islam apabila melewatkan waktu antara azan dan iqamah sehingga terbuang begitu saja. Sebab, Rasulullah saw telah memberi contoh kepada kita agar banyak-banyak berdoa di waktu tersebut. Alasan Rasulullah jelas, waktu antara azan dan iqamah adalah saat-saat mustajab untuk berdoa.
Menurut Imam Zakaria Al-Anshary dalam karyanya Asna Al-Mathalib, setelah azan sebelum iqamah kita disunahkan membaca selawat berikut ini:
Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa `aali sayyidinaa Muhammad kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim, wa ‘alaa `aali sayyidinaa Ibraahiim, wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa `aali sayyidinaa Muhammad kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim, wa ‘alaa `aali sayyidinaa Ibraahiim, innaka hamiidun majiid
Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat pada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Setelah selawat tersebut dilanjutkan doa sesudah azan:
Allaahumma Rabba haadzihid-da‘wati at-taam mati, wash-shalaatil-qaaimati, aati sayyidanaa Muhammad al-washilah wal fadliilah, wad-darajatar rafii’ah wab’ats hu maqaaman mahmuudan alladzii wa’ad tah, innaka laa tukhliful-mii‘aad
Artinya: "Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap didirikan, karuniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji, wahai Zat yang Maha Penyayang."
Sementara itu, ketika waktu Magrib dan Subuh, di antara azan dan iqamah kedua waktu tersebut, kita dianjurkan berdoa sebagai berikut:
a. Setelah azan Magrib
Allahumma hadza iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
b. Setelah azan Subuh
Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Dua doa di atas disebutkan dalam Jami'ul Ahadits juz IV.
Wallahu a'lam. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa





