Sering Dilalaikan, ini 6 Adab Makan Sesuai Sunah Nabi Agar Lebih Berkah

AKURAT.CO, Segala sesuatu yang baik, jika diniatkan untuk ibadah maka amalan yang dikerjakan itu akan dihitung pula sebagai ibadah.
Sebaliknya, amalan baik yang tidak diniatkan untuk ibadah maka akan berkurang nilai keberkahannya bahkan bisa sia-sia.
Makan, mungkin masih kerap dilihat sebagai aktivitas rutin biasa. Tetapi, bagi orang-orang saleh, makan bisa juga bernilai ibadah ketika diniatkan untuk ibadah. Misalnya dengan makan kita niatkan untuk menambah energi supaya saat melakukan ibadah lainnya kita bisa lebih giat lagi.
Agama Islam begitu memperhatikan adab dan tata cara makan yang sudah pasti memiliki hikmah yang tersembunyi. Seperti, kita tidak boleh terlalu rakus ketika makan supaya kita tidak sama dengan binatang dan berbagai adab lainnya.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, dari Amr bin Auf r.a, Nabi Muhammad SAW bersabda:
Istimewa
Artinya, "Siapa orang yang menghidupkan sunahku, kemudian dikerjakan oleh umat manusia, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang-orang yang mengerjakannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun," (HR. Ibnu Majah)
Sunah-sunah nabi ketika makan sebenarnya banyak yang bisa dilakukan, namun sayangnya sunah tersebut sering diabaikan oleh kita. Berikut adalah sunah-sunah Nabi Muhammad SAW ketika makan.
1. Niatkan makan supaya mendapat kekuatan dan kemampuan yang lebih untuk taat dan beribadah kepada Allah SWT. Insyaallah dengan niat ini amalan makan akan bernilai ibadah, sebab menurut Nabi SAW, setiap amal tergantung pada niatnya
2. Berwudu baik sebelum maupun setelah makan. Anjuran ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, “Berwudu sebelum makan akan menghilangkan kemiskinan, dan berwudu sesudahnya akan menghilangkan gangguan setan,”
3. Duduk yang indah (baik) ketika makan. Posisi duduk Rasulullah SAW ketika makan adalah dengan duduk di atas kedua punggung kakinya, terkadang menegakkan kaki sebelah kanannya dan saat beliau hendak mengambil makanan, beliau berlutut
4. Makan di atas tikar. Makan di atas tikar (lesehan) merupakan cara untuk lebih mendekatkan diri pada kerendahan hati. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku (Nabi Muhammad SAW) ketika makan tidak dalam keadaan bersandar, Aku adalah seorang hamba, maka aku minum layaknya seorang hamba dan makan layaknya seorang hamba,”
5. Makan ketika sudah benar-benar lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Biasanya kekenyangan justru akan membuat tubuh menjadi lemas dan malas melakukan kegiatan lain. Sementara Imam Ghazali mengatakan kekenyangan akan membuat hati menjadi keras
6. Makan bersama atau berjamaah. Dengan cara ini, kita diajarkan untuk selalu berbagi dengan orang lain dan tidak hanya memikirkan perut sendiri
Itulah beberapa sunah ketika makan yang sederhana tetapi di zaman modern seperti sekarang ini justru sering dilalaikan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


