Peringati Sepulun Tahun Lapas, CDS Soroti Tiga Masalah yang Belum Terselesaikan

AKURAT.CO, Memperingati sepuluh tahun Lembaga Pemasyarakatan Center For Detention Studies (CDS) menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di Pemasyarakatan.
Menurut CDS, ada tiga persoalan yang juga belum terselasaikan di Lembaga Pemasyarakat selama sepuluh tahun terakhir. Pertama adalah peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
"Yang belum tercapai adalah peningkatan kompetensi dan sumber daya manusia," ungkap Direktur CDS Ali Aranoval dalam diskusi dengan topik "Revitalisasi Pemasyarakatan Solusi Tepat setelah 10 Tahun Reformasi Pemasyarakatan" di Omah Kopi, Sabtu (11/5/2019).
Persoalan kedua yang belum direvitalisasi oleh Pemerintah, kata dia, adalah sarana dan prasarana yang belum terpenuhi. Sehingga terjadi overcrowded. "kedua soal pemenuhan soal sarana dan prasarana (belum terpenuhi) yang lebih ke internal," sambungnya.
Yang ketiga, lanjutnya, pembentukan karakter budaya kerja kepada petugas Lapas belum berjalan dengan efektif. Menurutnya, bidaya kerja yang harus dibangun pada petugas Lapas adalah adalah melayani.
"Pembangunan budaya kerja bahwa melayani itu, memang sudah menjadi tugas," ujarnya.
Keempat, harus ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga tumbuh kepercayaan baik masyarakat maupun petugas terhadap Lapas secara institusi. Dikatakan bahwa saat ini ada penurunan kepercayaan terhadap petugas Lapas secara intitusi.
"Mereka sudah tidak percaya pada institusi. Itu tadi yang saya katakan bahwa manajemen perubahannya tidak dilakukan, bagaimana ketika sistem berubah, orang dipaksa mengikuti sendiri," pungkasnya.
Sekedar informasi, peringatan sepuluh tahun Lembaga Pemasyarakatan ditandai dengan penyusunan dokumen Cetak Biru oleh CDS dan organisasi sipil lainnya yang tercanyum dalam Permenkumham Nomor: M.HH-OT.02.02 Tahun 2009 tentang Cetak Biru Pembaharuan Pelaksanaan Sistem Pelaksanaan Pemasyarakatan yang berisikan mengenai pemikiran, gagasan dan aspirasi dalam sistem pemasyarakatan dengan didasarkan pada kondisi objekyif.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




