Ingin Angkat Disabilitas Jadi Stafsus, Jokowi: Namanya Surya, Anaknya Mbak Dewi Yull

AKURAT.CO, Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo mengaku sempat ingin mengangkat seorang penyandang disabilitas menjadi staf khususnya untuk bekerja di istana.
"Saya sebenarnya mau minta satu staf khusus disabilitas, sudah kita seleksi, sudah dapat namanya Surya, tapi baru akan kita suruh masuk, anaknya sudah diterima sekolah di Amerika (Serikat)," kata Jokowi, dalam Deklarasi Calon Legislatif Perempuan untuk Pemenangan Jokowi-Amin, di Hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang, Minggu.
Acara tersebut dihadiri para caleg perempuan, antara lain penyanyi Krisdayanti sebagai caleg PDIP, Nurul Arifin caleg Partai Golkar, presenter Tina Talisa dan Wanda Hamidah caleg dari Partai NasDem, dan ratusan caleg perempuan lainnya.
"Ya sudah 'Sur kamu sekolah dulu sajalah di Amerika, nanti setelah pulang langsung masuk ke staf khusus presiden. Saya sampaikan begitu, butuh waktu katanya sekolah mungkin 4 tahun untuk S2 dan S3, ini anaknya mbak Dewi Yull," ujar Jokowi pula.
Surya Sahetapy adalah putra dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Ia pun pernah mengajari Jokowi ketika berbicara dalam bahasa isyarat pada pembukaan Asian Para Games 2018.
Saat ini Surya tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas di New York, Amerika Serikat. Surya pernah mengutarakan keinginannya sebagai staf khusus presiden dalam acara "Ngopi Bersama Presiden Republik Indonesia" di Istana Bogor pada 10 Oktober 2018.
Jokowi dalam acara itu, juga mendapat pertanyaan dari Nanda Aprieza, salah satu penyandang disabilitas soal program disabilitas dalam Pemerintahan Jokowi.
"Hitungan terakhir angka disabilitas di negara kita 23 juta orang, itu angka yang juga sangat besar butuh fasilitas-fasilitas baik transportasi, trotoar, toilet maupun gedung ramah disabilitas, faktanya baru 1-3 kota yang ramah disabilitas," ujar Presiden pula.
Menurut Presiden, hal ini adalah pekerjaan besar bagi pemerintah untuk memberikan ruang agar mendapat akses ekonomi, pelatihan maupun industri untuk menerima disabilitas sebagai bagian dari perusahaan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




