Profil Terra Drone, Perusahaan di Kemayoran yang Gedungnya Terbakar dan Tewaskan 22 Korban

AKURAT.CO Terra Drone adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pesawat tanpa awak (drone) dan solusi digital untuk industri, yang kantornya berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Gedung kantor Terra Drone mengalami kebakaran besar yang menyebabkan 22 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, pada Selasa (9/12/2025).
Kebakaran diduga berasal dari malfungsi baterai drone yang berada di lantai 1, memicu kobaran api yang cepat menyebar ke seluruh lantai gedung.
Profil Terra Drone
Dikutip dari berbagai sumber, Terra Drone merupakan perusahaan teknologi drone yang menyediakan layanan pemetaan, inspeksi infrastruktur, dan solusi digital untuk sektor energi, pertambangan, dan konstruksi di Indonesia.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Gedung Terra Done Cempaka Baru Jakpus, 22 Korban Tewas
Kantor pusat perusahaan ini berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi drone di Tanah Air.
Selain layanan teknologi, Terra Drone Indonesia menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi operator drone profesional.
Hal ini mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dalam bidang teknologi drone.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tak Malu Terima Bantuan Asing, Komisi V DPR: Ini Situasi Darurat
Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.43 WIB, ketika karyawan sedang beristirahat makan siang.
Api pertama kali muncul dari baterai drone di lantai 1, lalu menyebar ke lantai lainnya karena gedung berisi banyak bahan mudah terbakar.
Tim pemadam kebakaran mengerahkan 28 unit dan 101 personel untuk memadamkan api, namun jumlah korban tewas mencapai 22 orang, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









