Penumpukan Penumpang Saat Jam Sibuk Di Halte Busway Bisa Diatasi

AKURAT.CO Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai, penumpukan penumpang di Halte Transjakarta saat jam sibuk dapat diatasi dengan menambah armada yang lebih banyak.
"Kalau jam sibuk tentunya diperbanyak busnya sehingga cepat mengalir. Selain itu haltenya juga kan sekarang sudah diperlebar dan diperpanjang itu sudah baik," kata Djoko saat dihubungi di Jakarta, Minggu (15/1/2023).
Selain penambahan jumlah armada, Djoko meyakini bahwa direktur utama PT Transjakarta yang baru dapat menyelesaikan persoalan tersebut karena telah memiliki pengalaman dalam mengatasi hal serupa ditubuh KAI.
"Pak Kuncoro ini kan pernah di kereta api ya, dia itu ahli IT, jadi mudah-mudahan dengan ahli IT itu dia bisa memodelkan seandainya terjadi penumpukan di halte pada jam sibuk," ujarnya.
Djoko menyampaikan, untuk mengurai kepadatan penumpang saat jam sibuk juga memerlukan penggunaan bus yang kapasitasnya lebih besar. Bus yang memiliki kapasitas lebih besar ini harus diprioritaskan operasionalnya saat jam sibuk.
"Busnya juga harus bus gandeng sehingga dapat mengakut penumpang lebih banyak dalam sekali jalan," tandasnya.
Sebelumnya, Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta Direktur Utama PT TransJakarta baru, Kuncoro Wibowo untuk membenahi pelayanan bus secepat mungkin. Heru memberikan tenggat waktu tiga bulan.
Pelayanan yang perlu diperbaiki yakni dengan menambah armada bus TransJakarta pada jam pagi dan sore hari. Menurutnya, penambahan armada itu sebagai upaya agar tidak terjadi penumpukan penumpang di halte bus Transjakarta di setiap koridor.
"Tadi saya sampaikan pelayanannya diperbanyak misal diwaktu sibuk pagi hari, siang hari, sore hari diperbanyak Transjakarta itu," kata Heru kepada wartawan, Jumat (13/1/2023).
Heru menegaskan bakal turun langsung mengawasi kinerja Kuncoro untuk memastikan tidak ada lagi penumpukan penumpang bus Transjakarta pada jam saat jam sibuk.
"Harus ada peningkatan, targetnya tiga bulan ke depan. Nanti ditagih lagi, tiga bulan ke depan," ujarnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



