Akurat Logo

Eks Wamen ATR, Sebut Anies Sosok Tepat Lanjutkan Reforma Agraria Jokowi

Okto Rizki Alpino | 28 Juli 2022, 10:25 WIB
Eks Wamen ATR, Sebut Anies Sosok Tepat Lanjutkan Reforma Agraria Jokowi

AKURAT.CO, Eks Wakil Menteri Pertanahan yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra menilai sosok Gubernur DKI Jakarta merupakan tokoh yang tepat melanjutkan visi presiden Joko Widodo bidang reforma agraria di masa depan. Anies dinilai tokoh yang paling bisa melanjutkan program bidang pertanahan yang digagas Presiden Joko Widodo.

Pernyataan itu dia sampaikan saat tampil dalam salah satu podcast dikutip, Kamis (28/7/2022). Dalam podcast itu, dia menjawab pertanyaan soal siapa sosok tepat pengganti presiden Jokowi yang bisa melanjutkan program pemerintah saat ini di bidang agraria. 

"Harus ada. Kita dalam Pilpres atau Pilkada bukan nyari malaikat. Bukan nyari manusia dewa atau manusia setengah dewa. Tapi yang tersedia, yang ada. Nah dalam konteks itu siapapun yang ada harus bisa melanjutkan it. Karena ini bukan cuma amanat tapi tanggungjawab dong. Misalnya saya sebagai (eks) Wamen kemarin itu melanjutkan (sebelumnya). Dari pilihan-pilihan yang ada memang kalau saya pribadi ya saya merasa ya Pak Anis Baswedan," katanya. 

Surya lantas dicecar soal pandangannya yang justru berbeda dengan pandangan partainya. Sebab, nama Anies tidak masuk dalam daftar calon presiden yang terpotret dalam radar PSI untuk menggantikan presiden Jokowi di masa depan. 

"Ini kan yang gue (saya) ngomong pengalaman ya. Dalam perjalanan saya ketemu kepala daerah dalam 2 tahun lebih jadi Wamen udah 30 provinsi," jawabnya. 

Dia menjelaskan, selama menjadi Wamen Agraria dan Tata Ruang (ATR), dia melihat langsung political will Anies Baswedan dalam mengurai masalah pertanahan di Jakarta. 

Dia mengatakan, DKI Jakarta itu memiliki kelebihan yakni kapasitas fiskalnya yang besar hingga Rp80 miliar. Karena itu, DKI Jakarta relatif lebih mandiri dari sisi anggaran dibanding daerah lain di Indonesia.

"Nah khusus untuk sektor agraria, (kantor) pertanahan di DKI itu ada hibah dari Gubernur Anies ke Kanwil Rp80 miliar (digunakan) untuk beres-beresin, sinkronisasi data data pembangunan secara umum dengan data Pertanahan. Itu di sinergikan supaya nggak tumpang tindih dan bisa jadi solid. Nah data ini kan mahal (berharga)," katanya. 

Sinkronisasi data itu lalu dihimpun dalam satu aplikasi informasi yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jakarta. Lewat aplikasi Jakarta1.go.id itu, masyarakat yang tidak punya akses ke BPN atau ke Pemprov DKI bisa mengetahui informasi data pertanahan lewat aplikasi tersebut. 

"Mungkin kalau kita punya kontak dengan orang Pemprov DKI dengan orang BPN saya bisa manfaatkan. Bisa akses. Tapi yang nggak punya gimana. Nah ini yang pingin dibuka sebetulnya oleh Pak Anis. Dengan hibah itu dibuatlah satu sistem digabung data-data itu yang dipakai Jakarta 1.go.id website yang dikelola oleh Pemprov," katanya. 

Dia mengungkapkan, ide sinkronisasi itu sebetulnya bukan ide Anies. Anies mengeksekusi rencana yang pernah digagas gubernur Joko Widodo yang kini menjabat sebagai presiden. 

"Di situ data-data itu warga bisa lihat di situ. Ini idenya bukan Pak Anies. Ini idenya Pak Jokowi tapi memang ide itu belum sempat dieksekusi. Ini yang dieksekusi Anies kemudian. Bagi saya itu menunjukkan dia memang mau kerja," katanya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri