Bahaya! Kualitas Air Tanah di Jakarta Sudah Tercemar Bakteri Air Laut

AKURAT.CO, Pakar lingkungan hidup Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Lily Surayya Eka Putri menyampaikan, air tanah di DKI Jakarta sudah terkontaminasi oleh air laut. Rasanya sudah tidak tawar tapi payau karena sudah ada intrusi air laut.
"Intrusi air laut itu akibat ada rongga-rongga terbuka, karena air tawar itu sudah habis kesedot oleh pembangunan gedung-gedung. Sehingga air tawar kosong, masuklah air laut," kata Lily dalam program Bincang Hikmah yang diselenggarakan secara virtual, Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Program Bincang Hikmah ini diselenggarakan atas kerja sama Akurat.co dan Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2 KPI) FIDKOM UIN Jakarta dengan tema "Menghadapi Perubahan Iklim".
Lily menyampaikan, hasil riset terakhir menunjukkan instrusi air laut sudah sampai ke Jakarta Selatan. Sementara riset dari Kementerian ESDM instrusi air laut sudah sampai di bagian utara Monas.
"Belum lagi kandungan bakteri yang namanya ecoli. Biasanya dari jamban dan toilet. Air tanah di Jakarta sudah terkontaminasi," Wakil Rektor UIN Jakarta itu.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi melakukan kajian terkait penurunan permukaan tanah di Jakarta. Sebab, kota metropolitan ini berpotensi tenggelam.
Menteri ESDM kala itu Ignasius Jonan menerangkan, tercatat hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara.
Dampak yang sudah jelas terlihat adalah wilayah di pesisir Jakarta Utara. Air laut sudah masuk dan mengurangi batas wilayah di Jakarta Utara.
Masuknya air laut ke wilayah Jakarta sudah menimbulkan intrusi atau masuknya air laut ke pori-pori batuan yang mencemarkan air tanah. Menurut catatan Badan Geologi, intrusi air laut sudah mencapai wilayah Monas bagian utara.
"Intrusi air lautnya sudah sampai Monas area utara. Kalau dibiarkan terus intrusi air lautnya makin parah, ekologi lingkungannya makin banyak," kata Jonan.
Intrusi air laut merupakan pencemaran air laut pada air tanah dangkal yang disebabkan oLeh terganggunya keseimbangan air tanah di wilayah tersebut. Faktor yang menyebabkan terganggunya keseimbangan air tanah tersebut adalah lingkungan fisik akibat aktivitas manusia atau faktor alam. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang




