PDIP Kritik Keras Rencana Anies yang Ingin Bangun Rumah Panggung Untuk Warga Kebon Pala

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik bedah rumah yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sebanyak 40 unit rumah warga di kawasan ini akan dibedah, bentuknya diubah menjadi rumah panggung.
Salah satu alasan mendasar bedah rumah ini karena kawasan ini kerap diterjang banjir setiap tahun, dengan model rumah panggung, warga diharapkan bisa lolos dari ancaman bencana tahunan itu. Tetapi menurut Gembong alasan ini sangat tidak masuk akal karena ketika banjir warga jutsu terilor di dalam rumah dan tidak bisa ke mana-mana.
"Nah kedepannya akan terjadi seperti ini, memang orangnya nggak kebanjiran karena orangnya ada di lantai tiga, pertanyaan kalau kelaparan mau beli nasi di mana? berenang? eggak logis juga, ya orangnya nggak kebanjiran tapi tetap terisolir di rumah," kata Gembong ketika dikonfirmasi Akurat.co Senin (19/4/2021).
Politisi senior PDIP ini menegaskan, pengentasan banjir tidak bisa dilakukan dengan merubah bentuk hunian warga. Yang harus dilakukan Anies Baswedan kata dia adalah membenahi saluran air, serta menggenjot program penanganan banjir baik naturalisasi atau normalisasi sungai di tahun-tahun terakhir masa jabatannya ini.
"Masa orang sakit perut dikasi obat sakit kepala, jadi yang harus diurus airya, jangan mengobati penyakit tetapi bukan pada pokok persoalan penyakitnya. Pak anies memangun ruamah atau mau mengentaskan banjir sih," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak hunian warga di RT 13/04 Kampung Melayu, Jatinegara , Jakarta Timur menjadi rumah panggung. Salah satu alasan merubah bentuk rumah itu lantaran hunian tersebut kerap menjadi korban banjir pada musim penghujan.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menerangkan, rumah yang bakal dirombak itu sebanyak 40 rumah. Saat ini renovasi tengah dikebut.
"Sebanyak 40 rumah warga di RT 13/04 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, akan direnovasi menjadi model panggung," kata Anies sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari unggahan akun Instagram @aniesbaswedan, Minggu (11/4/2021).
Anies menjelaskan, penataan ulang hunian warga di Jatinegara mengusung konsep kampung vertikal. Tujuannya untuk meminimalisir penggunaan lahan.
"Kampung vertikal merupakan konsep hunian yang bertransformasi menjadi kampung yang dibentuk bersusun tegak lurus ke atas," ujarnya.
Orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan, program bedah kampung ini membuat penerima manfaat menjadi lebih berdaya. Sebab program ini juga menyertakan agenda lain, seperti bedah warung, kemudian di sekitar lokasi hunian juga bakal disediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga untuk menjalankan kegiatan perekonomian.
"Ada area bertanam, termasuk hidroponik lalu ada fasilitas kesenian dan sosial" tuturnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang



