Akurat Logo

Warga Teluk Naga dan Kosambi Merasa Beruntung Direlokasi

Himayatul Azizah | 9 Maret 2021, 14:07 WIB
Warga Teluk Naga dan Kosambi Merasa Beruntung Direlokasi

AKURAT.CO, Ribuan warga di Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Kosambi, kawasan Pantura Kabupaten Tangerang merasa beruntung direlokasi pengembang pembebasan lahan bernuansa perumahan elit.

Warga Kampung Garapan Baru Desa Muara Kecamatan Teluknaga Fitri mengatakan, rumah yang barunya itu sangat layak ditempati. Dirinya mengungkapkan bahwa akses jalan cukup luas dan tak mengalami banjir rob dibandingkan sebelum direlokasi.

“Sangat layak ini bang, kita jadi dibuat betah, rumah yang sekarang bagus. Udah jalan lebar terus gak pernah kena banjir rob,” ujar Fitri saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Senin (8/3/2021).

Senada disampaikan warga Kampung Jati Baru, Desa Selembaran Jati, Kecamatan Kosambi, H Tabrani mengutarakan, tempat tinggal yang baru direlokasi sama percis luasnya dengan dulu seluas 400 meter persegi.

Selain itu, Tabrani mengaku rumahnya semakin modern lantaran budget ganti bangunan yang lama sangat pantas. Sehingga, ia bisa membuat kontruksi bangunan rumah dengan sesuai desain keinginannya.

“Kan dulu saya tinggal di Kelurahan Kosambi Barat Kampung Talang, kena relokasi dan dipindah di Kampung Jati Baru Desa Selembaran Jati ini dengan keluarga besar juga. Alhamdulillah nyaman rumahnya lebih enak di sini,” terangnya.

MantanLurah Kosambi Barat ini pun menuturkan sebelumnya tinggal di tempat lama, jalan yang dilalui hanya muat dengan motor dan pejalan kaki. Namun, kini Kampung Jati Baru luas 4 hektar tata ruangnya cukup baik seperti kawasan perumahan.

“Jalan aja sekarang muat mobil dua, tertata dengan baik prasarana fasilitas umumnya,” ujar Tabrani.

Tokoh masyarakat sekitar ini pun membantah jika kena relokasi rumah pengembang di wilayahnya tidak bisa memiliki rumah baru. Malah, kata Tabrani masyarakat sangat bersyukur tempat tinggal yang sekarang.

“Itu tergantung orangnya pak. Kalau uangnya ditata untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga pasti bersyukur, tapi kalo dipake buat foya-foya semalam juga bisa habis, bahkan bisa kekurangan kali,” tandasnya.

Sementara itu, panitia relokasi Desa Selembaran Jati Arsidi menjelaskan,  mekanisme kerja relokasi yakni, sosialisasi, pengecekan surat-surat dan penentuan harga ganti bangunan variatif. Untuk lahan, dikatakan hanya sifatnya relokasi sesuai ukuran tanah.

“Itu di mulai sekitar akhir tahun 2017. Awal tahun 2018 lahan pemilik rumah yang lama diukur terlebih dahulu. Kemudian, diploting lahan yang baru akan di tempati warga. Lalu di pertengahan tahun dibayar bangunannya kebetulan saya juga salah satu yang kena relokasi,” papar Arsidi

Menariknya, Arsidi mengatakan banyak permintaan dari warga terkait penempatan lahan yang akan dibangun dengan cara diberikan patok. Banyak yang tidak kebagian bahan material juga.

“Warga senang, senangnya apa? Megang duit gak kelamaan. Gak ada keluhan sudah 2 tahun ini, jadi warga serentak ngebangun rumahnya kaya perlombaan. Sampai saya sendiri gak kebagian bahan meterial, karena saking banyaknya yang beli kontan,” ucapnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.