Akurat Logo

Sambangi Balai Kota DKI, LC Hiburan Malam: Tolong Pak Anies, Kami Butuh Pekerjaan

| 21 Juli 2020, 15:52 WIB
Sambangi Balai Kota DKI, LC Hiburan Malam: Tolong Pak Anies, Kami Butuh Pekerjaan

AKURAT.CO, Ratusan pekerja tempat hiburan di Jakarta menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, kantor Gubernur Anies Baswedan, Selasa (21/7/2020) siang. Mereka mendesak Gubernur Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu peserta aksi yang juga pemandu pemandu karauke atau lady companion (LC) di kawasan Jakarta Barat, Anggun menuturkan, sejak tempat hiburan ditutup lima bulan lalu nasibnya kini sengsara. Pasalnya, dia harus memutar otak mencari penghasilan lain demi bertahan hidup di Jakarta.

"Keluhan banyak banget. Kita benar-benar susah banget, beban kita berat," kata Anggun di sela-sela aksi unjuk rasa.

Anggun sudah malang melintang di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta, mulai jadi waiters hingga pemandu karaoke. Ia terjun ke dunia hiburan sejak 7 tahun lalu. Dia memiliki suami yang bekerja serabutan dan dikaruniai seorang anak.

"Selama hampir 5 bulan kita sama sekali enggak ada pemasukan. Kita selama ini urus anak saja, padahal anak juga perlu jajan dan untuk sekolah juga, cicilan harus bayar. Kita enggak ada uang tambahan," keluhnya.

Anggun meminta Anies agar tempatnya bekerja bisa diperkenankan beroperasi dalam waktu dekat. Dia berjanji akan mematuhi semua aturan yang dikeluarkan Anies. Terpenting dia bisa kembali bekerja dan membantu beban keluarga dari himpitan ekonomi.

"Tolong ya pak gubernur. Mohon dibuka, kami butuh pekerjaan. Kami enggak minta macam-macam kami hanya minta pekerjaan kita tetap dibuka," pintanya lirih.

Senada dengan Anggun, Ami peserta aksi lain turut membeberkan keluh kesahnya selama pandemi Covid-19 melanda Jakarta. Ami mengaku hanya menggantungkan hidup pada bantuan pemerintah. Dia menyebut tidak memiliki penghasilan setelah tempat hiburan ditutup.

"Ada anak dan ibu kami yang harus kami beri makan. Jadi tolong pak kita bukan hanya butuh beras dan sarden saja, kita juga butuh uang untuk bayar kosan, listrik, dan keluarga di kampung. Tolong pak Anies buka tempat kerja kami," kata Ami memohon.

Dengan bermodal uang tabungannya yang tidak seberapa, Ami mengaku saat ini berjualan melalui daring untuk bertahan hidup di Jakarta.

"Lima bulan ini saya jualan online, segala rupa sudah aku jalanin. Sejauh  ini aku juga udah jual motor ini itu buat biayain orang tua di kampung. Tabungan juga sudah terkurang abis. Jadi pak Anies tolong buka pak," tukasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.