Akurat Logo

Cerita Lurah Duri Selatan Mengisolasi 45 Warganya Karena Penderita Liver

| 2 Mei 2020, 16:00 WIB
Cerita Lurah Duri Selatan Mengisolasi 45 Warganya Karena Penderita Liver

AKURAT.CO, Warga di RW 05 Kelurahan Duri Selatan Jakarta Barat sempat digegerkan oleh salah satu pasien yang menderita penyakit liver. 

Mulanya mobil ambulans datang menjemput Asminah penderita liver di Gang Ucung 1 RT 001/05 Duri Selatan, warga yang melihat hal ini langsung mengira Asminah terinfeksi corona. Pihak kelurahan langsung turun tangan.

"Kita  pernah ada warga sakit liver ada ambulans tapi mereka menganggapnya itu corona maka pada geger," kata Lurah Duri Selatan M. Ghufri Fatchani saat berbincang dengan AKURAT.CO Sabtu (2/5/2020).

Tanpa pikir panjang warga di gang Ucung 1 RT 001/05 sepakat melakukan lockdown mandiri, 45 warga yang bermukim di gang ini  langsung di karantina mereka tak diperkenankan keluar dari gang.

"Akhirnya satu gang itu kita lockdown enggak boleh ada warga yang keluar masuk," pungkasnya.

Pihak Kelurahan langsung mendirikan dapur umum untuk menyediakan logistik bagi 45 warga yang menjalankan karantina ini. Mereka bahkan diberi makan tiga kali sehari selama dua pekan.

"Terus kita langsung bikin dapur umum selama dua minggu di Kelurahan," ucapnya.

Selama dua minggu menjalankan Karantina tak satupun warga menunjukan gejala corona.

Sampai pihak Rumah Sakit yang menangani Asminah mengeluarkan pernyataan bahwa yang bersangkutan tak terinfeksi wabah dari Wuhan tersebut melainkan liver. Pihak Kelurahan lalu membuka status lockdown di gang Ucung ini.

"Setelah tahu kalau itu bukan corona baru kita selesaikan dapur umumnya," pungkasnya.

Kelurahan Duri Selatan merupakan salah satunya kawasan yang saat ini masuk zona hijau corona. Dari  17.465 yang mendiami kawasan ini tak satupun yang terkonfirmasi Covid-19.

Padahal Kelurahan ini berada di Kawasan Tambora yang merupakan salah satu tempat terpadat se Asia Tenggara. Hal ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah di kawasan ini yang melakukan pencegahan dini.

"Dari awal merebaknya corona itu kita sudah antisipasi rapat dengan para RT untuk melakukan apa-apa yang bisa mencegah terputusnya  Covid-19,"tukas Ghufri.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.