Menampik Tuduhan, Ketua Pengurus Menara Imperium Beri Klarifikasi

AKURAT.CO, Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Menara Imperium (PPPMI), Eunice M Satyono alias Miming Satyono mengajak pihak mantan pengurus Timbul Thomas Lubis untuk duduk bersama terkait klaim kepengurusan yang di Menara Imperium, Jalan Kuningan Persada, Jakarta.
Menurut Miming, persoalan kepengurusan menara yang dibangun pada 1993 itu tidak perlu dibesar-besarkan dan bisa dicarikan jalan keluarnya dengan duduk bersama membahas perkara yang saat ini sedang permasalahkan.
"Karena kita ini (pengurus), hanyalah pelayan gedung bukan pemilik," kata Miming saat jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/8).
Pernyataan ini dilontarkan oleh Miming menanggapi tuduhan Timbul yang menyebut bahwa Miming telah melakukan tindak pidana karena mengatasnamakan PPPMI.
Lebih lanjut, dalam hal ini Miming menyatakan pihaknya memilih untuk menyudahi konflik berkepanjangan dengan pengurus sebelumnya tersebut.
Dirinya pun menegaskan bahwa pihaknya sebagai pengurus resmi tak pernah berpikir mencari keuntungan dalam mengelola Menara Imperium.
"Karena kita ini bukan profit center kita hanya melayani para penghuni," tandasnya.
Miming pun mengaku bahwa dirinya sempat heran dengan pihak Timbul yang tak pernah membuat penutupan neraca keuangan sejak 2015 lalu. Oleh karena itu setelah resmi menjadi pengurus Menara Imperium, Miming pun langsung memerintahkan untuk melakukan audit keuangan.
"Nanti kita akan lihat hasil auditnya, saya hanya pelayan gedung ini," tegas Miming.
Miming juga membantah bahwa perusahaan yang dikelolanya yakni, PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) dan PT Samuel Aset Management (SAM) melakukan pencurian lahan 6000m2 di Menara Imperium.
"Saya tidak pernah mencuri tetapi kenapa diberitakan seperti itu," ungkapnya.
Ia pun meminta agar perusahaan yang dikelolanya tidak dibawa-bawa dalam konflik kepengurusan PPPMI.
"Saya punya bukti pembayaran rutin PT SSI dan PT SAM setiap bulannya dan nggak mungkin nggak bayar. PT SAM hanya penyewa salah satu unit di gedung ini jadi nggak pantas dilibatkan dalam masalah ini," imbuhnya.
Perlu diketahui, Kepengurusan Miming yang sah telah dikuatkan dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang digelar Rabu kemarin (23/8).
"Sebab majelis Hakim PTUN memberikan putusan sela jika kepengurusan Ibu Miming sebagai sebagai pihak terkait," ujar Ahmad Yani selaku kuasa hukum PPPMI kubu Miming dalam kesempatan yang sama.
Ahmad Yani juga turut menegaskan bahwa kepengurusan Miming diakui secara legal oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Hal tersebut dapat terlihat berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta nomor 1167 tahun 2017 yang mengesahkan Akta Nomor 46 Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Bukan Hunian (P3SRS) Menara Imperium yang diketuai oleh Miming.
"Nah SK ini yang sekarang digugat oleh pihak Timbul Thomas Lubis di PTUN dan Rabu depan kita siapkan jawabannya," ujar Ahmad Yani.
Sebelumnya, pada 24 Juli 2017 lalu, pihak PPPMI versi Timbul Thomas Lubis melaporkan Miming ke Polda Metro Jaya karena dianggap melakukan beberapa pelanggaran.
Melalui kuasa hukumnya Darwin Aritonang, Timbul menjelaskan, jika Miming telah melakukan beberapa pelanggaran.
Seperti pelanggaran AD dan ART PPPMI dan pelanggaran tidak melakukan kewajiban pembayaran biaya-biaya seperti service chage, sinking fund, air dan listrik. Serta diduga telah menguasai atau merubah atau membangun di tempat yang seharusnya menjadi fasilitas bersama.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat



