Akurat Logo

Stagnasi, Defisit Fiskal AS 2025 Ditaksir Cuma USD1,865 Triliun

Hefriday | 18 Januari 2025, 18:43 WIB
Stagnasi, Defisit Fiskal AS 2025 Ditaksir Cuma USD1,865 Triliun

AKURAT.CO Congressional Budget Office (CBO) memproyeksikan defisit anggaran Amerika Serikat pada tahun fiskal 2025 akan mencapai USD1,865 triliun. Angka ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, mencerminkan stagnasi dalam kondisi keuangan pemerintah menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada Senin mendatang.  

Proyeksi "baseline" dari CBO ini didasarkan pada hukum yang berlaku saat ini. Asumsi utama adalah bahwa pemotongan pajak individu yang diterapkan pada 2017 akan berakhir sesuai jadwal pada akhir tahun ini, yang akan menyebabkan tingkat pajak kembali naik. 
 
Jika Trump dan Partai Republik memperpanjang kebijakan pajak untuk individu dan usaha kecil, diperkirakan akan menambah lebih dari USD4 triliun pada defisit dalam satu dekade ke depan, kecuali terdapat langkah penghematan di sektor lain.  
 
 
Selain itu, rencana Trump untuk memberikan insentif pajak, seperti membebaskan pendapatan dari Jaminan Sosial, tip, dan kerja lembur dari kewajiban pajak, diperkirakan dapat meningkatkan utang negara secara signifikan.  
 
Menurut data CBO, defisit akan sedikit menurun menjadi USD1,687 triliun (5,2% dari PDB) pada tahun fiskal 2027, sebelum kembali meningkat secara bertahap hingga mencapai USD2,637 triliun (6,5% dari PDB) pada 2033. Total kumulatif defisit selama periode 2026-2035 diperkirakan mencapai USD21,758 triliun, setara dengan 5,8% dari PDB.  
 
Proyeksi defisit untuk tahun fiskal 2025 ini tercatat lebih rendah sebesar USD73 miliar dibandingkan perkiraan CBO pada Juni 2024. Direktur CBO, Phillip Swagel, menjelaskan bahwa perbaikan kecil dalam prospek ini terutama disebabkan oleh proyeksi pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini terkait dengan revisi ke atas terhadap perkiraan ukuran nominal PDB AS.  
 
"Ukuran awal ekonomi lebih besar dari yang diperkirakan. Meskipun proyeksi ekonomi kami cukup mirip dengan sebelumnya, peningkatan pada nominal PDB berarti ada lebih banyak pendapatan yang masuk," ujar Swagel dilansir Reuters, Sabtu (18/1/2025).
 
Namun, pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2025 diperkirakan melambat sedikit menjadi 1,9%, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,0%. Dalam jangka waktu 2024-2034, pertumbuhan ekonomi rata-rata diprediksi berada pada angka 1,9%.  
 
Scott Bessent, kandidat Trump untuk memimpin Departemen Keuangan AS, memperingatkan bahwa kegagalan memperpanjang pemotongan pajak yang akan berakhir tahun ini dapat menyebabkan kenaikan pajak besar-besaran. "Ini akan menjadi bencana ekonomi yang dapat menyebabkan perlambatan mendadak pada pertumbuhan AS," ujarnya kepada Senat pada Kamis.  
 
Namun, CBO tidak melihat penurunan tajam dalam output ekonomi AS. Pertumbuhan PDB riil pada 2025 diperkirakan turun menjadi 1,9% dari 2,3% pada 2024. Setelah itu, pertumbuhan diproyeksikan stabil di sekitar 1,8% hingga akhir dekade, dengan rata-rata 1,9% dalam jangka waktu 10 tahun.  
 
CBO mengasumsikan bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter untuk mengimbangi beberapa dampak negatif dari kenaikan pajak terhadap konsumsi masyarakat. Swagel menambahkan bahwa individu dan bisnis diperkirakan tidak akan bereaksi secara drastis terhadap kenaikan pajak pada akhir tahun. Penyesuaian akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.  
 
Laporan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada penurunan ekonomi mendadak, tantangan besar tetap ada bagi administrasi Trump, terutama dalam menjaga keseimbangan fiskal di tengah janji kebijakan pemotongan pajak dan insentif ekonomi.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa