Dengan Strong Leadership, Prabowo Bisa Atasi Persoalan Ekonomi
Hefriday | 21 Oktober 2024, 16:00 WIB

AKURAT.CO Usai pelantikan Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo, ekonom menyoroti tantangan makro ekonomi yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan negara, terutama dalam aspek tata kelola dan hukum.
Menurut Ekonom dan Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Prof. Edy Suandi Hamid, meskipun Indonesia kaya secara sumber daya alam, negara ini masih terjebak dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap), dengan pendapatan per kapita yang jauh tertinggal dibandingkan negara-negara kecil seperti Singapura, yang tak memiliki sumber daya alam tetapi memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih tinggi.
Edy menekankan bahwa masalah utama Indonesia bukan terletak pada aspek teknis, tetapi pada kualitas kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Ia percaya bahwa dengan kepemimpinan yang seperti itu, banyak permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia bisa teratasi.
"Kita akan bisa mengatasi persoalan ekonomi, pangan, energi kalau Pak Prabowo adalah pemimpin yang kuat, berani, dan bersih," ujar Edy saat dihubungi Akurat.co, Senin (21/10/2024).
Salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia menurut Edy adalah ketergantungan pada impor bahan pangan seperti beras dan daging. Meskipun ada niat politik (political will) untuk mencapai swasembada pangan, Edy mempertanyakan apakah ada tindakan nyata (political action) untuk mewujudkannya. Ia menyoroti adanya oknum di kalangan pengambil keputusan yang justru memfasilitasi impor daripada mendorong produksi dalam negeri.
Ketergantungan pada impor, menurut Edy, menunjukkan kurangnya keberanian dan ketegasan dalam menghadapi tantangan pangan nasional. "Jika pengambil keputusan bekerja seperti yang sudah-sudah, maka Indonesia tidak akan pernah berhasil melakukan swasembada beras," tegasnya.
Edy juga mengingatkan bahwa di masa lalu, Indonesia pernah memiliki sosok pemimpin yang kuat, seperti Soeharto, yang meskipun berhasil membawa stabilitas dan pertumbuhan, tidak sepenuhnya bersih dari praktik-praktik yang merugikan. "Pak Harto adalah pemimpin yang kuat dan berani, tetapi tidak bersih, setidaknya dalam lingkungannya," kata Edy.
Namun, ia menekankan bahwa untuk mengatasi permasalahan saat ini, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dan berani, tetapi juga bersih dari praktik-praktik korupsi dan kepentingan pribadi.
Edy berharap bahwa pidato pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden, yang menurutnya sangat baik, benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan nyata. "Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pidato tersebut benar-benar dilaksanakan?" tuturnya.
Pidato pelantikan Prabowo pagi tadi mendapat pujian dari banyak kalangan, termasuk Prof. Edy. Namun, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan yang kuat dan tindakan nyata adalah kunci untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi Indonesia.
Jika Prabowo mampu menjalankan janjinya dengan tindakan yang konkret, Edy optimistis bahwa Indonesia bisa memecahkan sebagian besar masalah ekonominya, mulai dari ketergantungan pada impor hingga penguatan ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







