10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Utang RI ke China Naik jadi Rp372 Triliun

AKURAT.CO Utang luar negeri Indonesia mengalami peningkatan signifikan selama sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Per Mei 2024, total utang Indonesia ke China mencapai USD22,86 miliar, setara dengan Rp372 triliun.
Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa porsi utang dari China mencapai 5,6% dari total utang utang luar negeri Indonesia yangmencapai USD407,3 miliar atau sekitar Rp6.634,1 triliun pada akhir Mei 2024. ULN Indonesia meningkat 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana total utang luar negeri pada Mei 2023 sebesar Rp400,24 miliar.
Dari bulan ke bulan, utang luar negeri Indonesia juga mengalami kenaikan. Posisi utang naik 2,1% dari USD398,82 miliar pada April 2024 menjadi USD407,3 miliar pada Mei 2024. "Kenaikan utang ini sebagian besar dipicu oleh peningkatan utang pada bank sentral, yang mencapai USD18,78 miliar pada Mei 2024, naik dari USD9,26 miliar pada periode yang sama tahun lalu," tulis Bank Indonesia, dikutip Sabtu (3/8/2024).
Baca Juga: ULN Mei 2024 Naik ke USD407,3 Miliar
Meski utang terus meningkat, struktur utang luar negeri Indonesia hingga Mei 2024 masih dalam kondisi baik. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 29,8%, dengan 85,9% dari total utang merupakan utang jangka panjang. "Kondisi ini menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang," tambah BI.
Terlebih, utang dari China mengalami kenaikan baik tahunan maupun bulanan, masing-masing sebesar 14,28% dan 4%. Meskipun demikian, porsi utang dari China hanya sekitar 5,6% dari total utang Indonesia, tren ini perlu dicermati.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa total utang pemerintah pada akhir Juni 2024 mencapai Rp8.444,87 triliun. Utang ini terdiri dari obligasi negara senilai Rp7.418,76 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.026,11 triliun, dengan rincian pinjaman dalam negeri sebesar Rp38,10 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp988,01 triliun.
Pinjaman luar negeri tersebut meliputi pinjaman bilateral, multilateral, dan dari bank komersial, dengan masing-masing sebesar Rp263,72 triliun, Rp600,47 triliun, dan Rp123,83 triliun. Profil jatuh tempo utang Indonesia rata-rata mencapai 7,98 tahun per Juni 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








