LKPP Hemat APBN Rp1,7 T Dalam Pengadaan Laptop, Pupuk Dan Alkes Nasional

AKURAT.CO Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menghemat belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp1,69 triliun dalam pembelian laptop, pupuk NPK, alat kesehatan, hingga kit stunting nasional. Belanja pengadaan barang-barang tersebut dilakukan dengan sistem katalog elektronik atau e-catalogue.
Kepala LKPP Hendrar Prihadi mengatakan menuju penghujung semester I-2023, jumlahproduk yang tayang pada Katalog Elektronik telah mencapai lebih dari 5 juta produk dan melampaui target Presiden RI yaitu 5 juta produk pada akhir tahun 2023. Tepatnya 5.034.134 produk sudah ada di e-catalogue per 19 Juni 2023. Hal ini semakin memudahkan efisiensi dan penghematan APBN di setiap pengadaan barang/jasa pemerintah karenan banyaknya pilihan.
Dicontohkan, untuk pengadaan laptop nasional tahun 2023 saja, LKPP menghemat Rp628 miliar setara 49,52% dari harga pasar. Harga yang tertera di e-catalogue merupakan harga maksimum sehingga Kementerian/Lembaga/Pemda masih bisa menawar. Misalnya laptop SLB dan SD, SMP, SKB, PKBM, SMA, SMK (Chromebook) dari harga semula Rp8,3 juta menjadi Rp5 juta. Kemudian laptop untuk kebutuhan administrasi perkantoran dari smeula Rp15,7 juta menjadi Rp7,95 juta.
"Kami telah melaksanakan konsolidasi untuk belanja pengadaan laptop, pupuk NPK, alat kesehatan, hingga kit stunting dengan total penghematan APBN mencapai Rp1,69 triliun," ucap Hendrar dikutip Jumat (23/6/2023).
Ditambahkan, dari jumlah produk yang ada di e-catalogue saat ini, nilai transaksi dalam Katalog Elektronik sudah mencapai Rp89 triliun namun realisasi transaksi ini masih jauh dari target. Menyikapi hal tersebut, pada rencana kerja TA 2024 LKPP mengusulkan kegiatan kolaborasi dan sosialisasi bersama stakeholder dalam rangka mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (PDN) dan peran usaha mikro, kecil dan koperasi (UMK-K) serta percepatan penyerapan belanja melalui Katalog Elektronik.
“Peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini adalah kerja kita bersama, kami tidak mungkin berjalan sendiri. Untuk itu kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp32,56 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk untuk meningkatkan kolaborasi kami dengan seluruh stakeholder, mendorong seluruh stakeholder kami dalam meningkatkan belanja produk dalam negeri,” imbuh Hendi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi




