Akurat Logo

LKPP Hemat APBN Rp1,7 T Dalam Pengadaan Laptop, Pupuk Dan Alkes Nasional

Arief.Permana | 23 Juni 2023, 15:59 WIB
LKPP Hemat APBN Rp1,7 T Dalam Pengadaan Laptop, Pupuk Dan Alkes Nasional

AKURAT.CO  Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menghemat belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp1,69 triliun dalam pembelian laptop, pupuk NPK, alat kesehatan, hingga kit stunting nasional. Belanja pengadaan barang-barang tersebut dilakukan dengan sistem katalog elektronik atau e-catalogue.

Kepala LKPP Hendrar Prihadi mengatakan menuju penghujung semester I-2023, jumlahproduk yang tayang pada Katalog Elektronik telah mencapai lebih dari 5 juta produk dan melampaui target Presiden RI yaitu 5 juta produk pada akhir tahun 2023. Tepatnya 5.034.134 produk sudah ada di e-catalogue per 19 Juni 2023. Hal ini semakin memudahkan efisiensi dan penghematan APBN di setiap pengadaan barang/jasa pemerintah karenan banyaknya pilihan.

Dicontohkan, untuk pengadaan laptop nasional tahun 2023 saja, LKPP menghemat Rp628 miliar setara 49,52% dari harga pasar. Harga yang tertera di e-catalogue merupakan harga maksimum sehingga Kementerian/Lembaga/Pemda masih bisa menawar. Misalnya laptop SLB dan SD, SMP, SKB, PKBM, SMA, SMK (Chromebook) dari harga semula Rp8,3 juta menjadi Rp5 juta. Kemudian laptop untuk kebutuhan administrasi perkantoran dari smeula Rp15,7 juta menjadi Rp7,95 juta.

"Kami telah melaksanakan konsolidasi untuk belanja pengadaan laptop, pupuk NPK, alat kesehatan, hingga kit stunting dengan total penghematan APBN mencapai Rp1,69 triliun," ucap Hendrar dikutip Jumat (23/6/2023).

Ditambahkan, dari jumlah produk yang ada di e-catalogue saat ini, nilai transaksi dalam Katalog Elektronik sudah mencapai Rp89 triliun namun realisasi transaksi ini masih jauh dari target. Menyikapi hal tersebut, pada rencana kerja TA 2024 LKPP mengusulkan kegiatan kolaborasi dan sosialisasi bersama stakeholder dalam rangka mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (PDN)  dan peran usaha mikro, kecil dan koperasi (UMK-K) serta percepatan penyerapan belanja melalui Katalog Elektronik.

“Peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini adalah kerja kita bersama, kami tidak mungkin berjalan sendiri. Untuk itu kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp32,56 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk untuk meningkatkan kolaborasi kami dengan seluruh stakeholder, mendorong seluruh stakeholder kami dalam meningkatkan belanja produk dalam negeri,” imbuh Hendi. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y