Akurat Logo

5 Fakta Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Bos Grup Emtek Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2022

| 24 November 2022, 20:05 WIB
5 Fakta Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Bos Grup Emtek Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2022

AKURAT.CO PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau dikenal dengan nama Emtek adalah perusahaan konglomerasi yang berdiri pada tahun 1983 dengan kantor pusat di SCTV Tower, Jakarta. Grup bisnis yang dimiliki Emtek terdiri dari dua saluran televisi free-to-air (FTA) nasional dan satu saluran televisi FTA lokal, bermacam properti media digital atau online, serta bisnis produksi dan distribusi konten.

Nama Emtek semakin melambung setelah resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2022 dan tiga musim Liga Inggris 2022-2025. Gelaran Piala Dunia 2022 yang merupakan turnamen sepakbola bergengsi sejagat ditayangkan melalui anak usaha grup Emtek, seperti SCTV, Indosiar, dan Vidio. Mengutip dari laman resminya, Eddy Kusnadi Sariaatmadja adalah pemilik Grup Emtek.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta mengenai Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

1. Lulusan Teknik Universitas New South Wales

Eddy Kusnadi Sariaatmadja adalah warga negara Indonesia yang lahir pada tanggal 23 Agustus 1953 di Jakarta. Ia mengemban studi di Universitas New South Wales, Sydney, Australia dan berhasil meraih gelar Bachelor of Engineering pada tahun 1978.

Setelah lulus dari pendidikan sarjana, Eddy melanjutkan pendidikannya di universitas yang sama dan meraih gelar Master of Science in Engineering pada tahun 1980, serta gelar Doctor Honoris Causa di tahun 2014.

2. Awal perjalanan mendirikan PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek)

Pada tahun 1983, Eddy mendirikan perusahaan bernama PT Elang Mahkota Komputer, yang menjadi distributor komputer merk Compaq di Indonesia. Kemudian, pada 1997, ia mengganti nama perusahaannya menjadi PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Tahun 2002, Emtek mengambil alih kepemilikan saham strategis di stasiun televisi free-to-air, PT Surya Citra Televisi (SCTV), melalui PT Surya Citra Media Tbk. Kemudian dua tahun setelahnya, Emtek dan MRA Media mendirikan O Channel, stasiun televisi swasta lokal pertama di Jakarta yang berfokus untuk wilayah Jabodetabek. 

Emtek juga mengakuisisi PT Indosiar Karya Mandiri Tbk di tahun 2011, yang menaungi stasiun televisi free to air, PT Indosiar Visual Mandiri (Indosiar). Melalui PT  Mediatama Anugrah Citra mereka meluncurkan layanan televisi digital berbayar bernama NexMedia. Pada tahun yang sama, anak perusahaan Emtek yang bergerak di bidang rumah produksi bernama PT Screenplay Produksi (Screenplay Productions) mulai beroperasi.

3. Grup Emtek di bawah kepemimpinan Eddy Kusnadi

Tahun 2013 Eddy Kusnadi selaku pemilik Emtek mengambil kebijakan untuk melakukan penggabungan usahanya menjadi grup. Tak cukup sampai di situ, Eddy terus mengekspansi bisnisnya dengan mengakuisisi PT Kapanlagi Dot Com Networks di tahun 2018. Kapan Lagi Networks (KLN) mengelola portal digital kenamaan seperti Vidio.com, Liputan6.com, KapanLagi.com, Bola.net, Merdeka.com, Bola.com, dan Dream.co.id. 

Seiring berjalannya waktu, Grup Emtek berkembang pesat menjadi kelompok perusahaan terintegrasi yang memayungi tiga divisi usaha utama, yaitu media, telekomunikasi dan solusi TI, serta konektivitas.

4. Merajai lini bisnis selain media

Tak cukup berkiprah di bidang media dan konten saja, Eddy Kusnadi juga menguasai saham beberapa perusahaan rintisan. Setelah mendirikan platform dompet digital Dana, Emtek menguasai separuh saham PT Nusa Satu Inti Artha yang mengelola platform dompet digital DOKU. Emtek juga memiliki 34,88 persen saham perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) lokal PT Bukalapak.com.

Secara keseluruhan, bisnis Eddy Kusnadi Sariaatmadja di bawah naungan Emtek telah mencapai 40 buah yang tersebar di berbagai lini.

5. Salah satu orang terkaya di Indonesia dan terdermawan di Asia

Eddy Kusnadi Sariaatmadja menduduki peringkat 20 dalam daftar orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Forbes pada tahun 2021. Pria berusia 69 tahun ini memiliki kekayaan bersih mencapai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp29,7 triliun (kurs Rp15649,45).

Eddy Kusnadi juga tercatat sebagai salah satu dari 40 orang paling dermawan di Asia versi Forbes. Menurut laporan Forbes, pada Desember 2017 ia memberi sumbangan berupa alat pemindai medis ke Royal Perth Hospital (RPH) di Australia. Alat tersebut berharga sekitar USD 820 ribu. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.