Akurat Logo

Srimul Sebut Dua Kementerian Anggarannya Kebal Tanpa Kena Sunat Selama Pandemi, Siapa?

Deddy Siregar | 11 Juli 2022, 13:30 WIB
Srimul Sebut Dua Kementerian Anggarannya Kebal Tanpa Kena Sunat Selama Pandemi, Siapa?

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut memasuki masa pandemi Covid-19 semua anggaran kementerian dan lembaga dipotong, akan tetapi ada dua kementerian yang anggarannya tidak dipotong yakni Kementerian Komunikasi dan Informartika Indonesia serta Kementerian Kesehatan.

" Pak Jhonny Plate (Menkominfo) itu naik Rp20 triliun, Rp26 triliun dan Rp27 triliun ini 3 tahun berturut-turut. Makanya tadi ukuran kertas yang terakhir ya itu duit beneran. Jadi tujuannya adalah tadi bangun infrastruktur," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara National Synergy Movement on Digital Economy and Finance, di Nusa Dua Bali, Senin (11/7/2022).

Lebih lanjut Sri Mulyani mengaku jika Indonesia mengutamakan daerah timur untuk penerapan akses digitalisasi. Akan tetapi, menurutnya tidak hanya daerah timur saja yang masih membutuhkan akses digitalisasi melainkan ada 84 ribu desa dan kelurahan serta 250 ribu lebih sekolah dan 10 ribu puskemas yang masih belum terkoneksi dengan digitalisasi.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pun melakukan perannya mengenai digitalisasi untuk mendorong transformasi digital.

" Menteri Kesehatan sekarang mencoba untuk melakukan digitalisasi transfer anggaran pemerintah ke biaya operasi Puskesmas kesehatan itu diharapkan bisa baik by Puskesmas by address by account number,” jelasnya.

Kemudian untuk sekolah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi sudah lebih dulu melakukan digitalisasi. Ia mengungkapkan seluruh dana operasional sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah langsung masuk ke rekening sekolah.

“Itu sudah by school name, by school addres, by school number,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan program secondment ke depannya dapat memperluas benchmarking dan referensi jaringannya sampai dengan BLU, swasta, hingga BUMN dan institusi lainnya. Selain itu, bendahara negara ini juga mengajak para peserta agar terus memperbaiki Kemenkeu dan berbakti kepada negara dan bangsa Indonesia.

" Manfaat dari secondment adalah berbagai masukan mengenai reform yang memperbaiki bisnis proses, efisiensi, dan cara kerja. Itu bagus dan harus bisa dicapture. Saya ingin ini makin dipertajam. Saya meyakini organisasi Kemenkeu itu bergerak maju terus. Dia tidak berhenti melakukan reform, memperbaiki cara kita kerja, melihat potensi-potensi, mengoreksi kekurangan kita. Individual experience itu harusnya membuat seluruh jajaran Kemenkeu menjadi lebih baik,” tutur Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Rabu (6/7/2022).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.