Akurat Logo

Kurang Infrastruktur, Korsel Tak Jadi Negara Terbesar Otomotif Ramah Lingkungan

Khaerul S | 15 Maret 2018, 08:30 WIB
 Kurang Infrastruktur, Korsel Tak Jadi Negara Terbesar Otomotif Ramah Lingkungan

AKURAT.CO, Hyundai Motor memperkenalkan SUV sel bahan bakar Nexo pada bulan Februari, yang menempuh jarak lebih dari 600 kilometer dengan sekali charge. Namun kurangnya infrastruktur yang memadai menjadikan mobil ini kurang diminati dan terhenti di pasaran.

Dikutip dari laman Korean Times, Pengamat industri Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa investasi dan dukungan agresif mengenai industri ini oleh pemerintah sangat dibutuhkan.

Korea Selatan saat ini hanya memiliki 14 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen. Pemerintah berencana meningkatkan 300 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen dan listrik pada tahun 2022. Namun, rencana proyek ini gagal diakhir 2017 karena adanya protes dari operator bensin.

Berbeda dengan Jepang, Jepang saat ini telah memiliki stasiun pengisian bahan bakar hidrogen yang tersebar diseluruh penjuru negara. Jepang baru saja meresmikan JHyM pada 5 Maret lalu, sebuah perusahaan yang bergerak dalam sektor otomotif, energi terbarukan dan jasa keuangan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mendukung langkah tersebut, dan menjanjikan pada bulan April 2017 untuk membangun jaringan pengisian bahan bakar yang aman.

PM Abe sangat optimis dengan industri ini, PM Abe menargetkan peningkatan jumlah mobil hidrogen dari 1.800 sampai 40.000 di Jepang pada tahun 2020, serta pengisian bahan bakar yang cukup. Slogan Jepang dalam hal ini adalah "masyarakat hidrogen pertama di dunia." []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A