AKURAT.CO Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi mental di mana orang memiliki perasaan yang meningkat tentang kepentingan sendiri dan kebutuhan mendalam akan perhatian dan kekaguman yang berlebihan.
Orang narsis juga cenderung kurang memiliki empati terhadap orang lain dan biasanya memiliki hubungan yang bermasalah. Artinya, jika kamu bersama dengan orang narsistik, itu mungkin hubungan yang sulit.
"Seorang narsisis adalah orang dengan gaya kepribadian narsistik," kata psikolog klinis berlisensi Ramani Durvasula, PhD., dikutip AKURAT.CO dari Women's Health, Jumat (21/1/2022).
Ini ditandai dengan kurangnya empati, merasa berhak, egosentrisitas, pencarian validasi, kecenderungan untuk menyalahkan orang lain dan tidak bertanggung jawab, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya tidak diketahui mengapa beberapa orang menjadi narsisis dan yang lainnya tidak, tetapi kemungkinan prosesnya rumit. Menurut Mayo Clinic hal-hal berikut mungkin memengaruhi seseorang menjadi narsis :
- Memiliki orang tua yang terlalu memuja atau terlalu kritis
- Mewarisi karakteristik narsistik melalui gen
- Masalah dengan neurobiologi yaitu, hubungan antara otak, tubuh, dan proses berpikir.
Berikut beberapa tanda bahwa kamu menjadi hubungan dengan seseorang yang narsis:
- Selalu merasa berhak untuk mendapat perlakuan spesial dan khusus
- Selalu merasa lebih unggul dari orang lain, termasuk dirimu. Terlepas dari kekurangannya,, pasangan terus mempertahankan rasa superioritas sebagai pertahanan.
- Berpikir orang-orang iri pada
- Tidak berempati dengan kebutuhan kamu
- Manipulatif
- Membutuhkan validasi dan kekaguman sehingga terus memancing pujian
- Selalu mengutamakan kebutuhan diri sendiri dan tidak peduli dengan kamu
- Cenderung agresif dan kasar. Mengutip analisis terbaru dari 437 studi, seseorang yang narsisis lebih cenderung agresif.
- Terobsesi dengan kesuksesan. Ini adalah bagian dari kebutuhan akan kekuasaan dan dominasi.
Berada bersama seorang narsisis mungkin tampak menyenangkan untuk sementara waktu, tetapi hal itu tidak bertahan lama. Jadi, jika pasangan yang narsis secara rutin merendahkan kamu untuk merasa lebih baik tentang diri sendiri, sebaiknya akhiri hubungan tersebut.
"Rasa hormat, kasih sayang, kebaikan, timbal balik, mutualitas sangat penting dalam hubungan jangka panjang. Jadi, lupakan saja hubungan tersebut," kata Durvasula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan




