Akurat Logo

Sejarah Tawaf Dalam Ibadah Haji

Thony H | 31 Juli 2023, 13:05 WIB
Sejarah Tawaf Dalam Ibadah Haji

AKURAT.CO Tawaf dalam ibadah haji adalah salah satu ritus penting yang dilakukan oleh jemaah haji. Tawaf merupakan mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, sebanyak tujuh putaran dalam arah searah jarum jam. Sejarah tawaf ini berakar dari zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il yang membangun kembali Ka'bah sebagai tempat ibadah monotheisme kepada Allah.

Menurut tradisi Islam, Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il diperintahkan Allah untuk membangun Ka'bah di lokasi yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Setelah selesai dibangun, Nabi Ibrahim mengumumkan panggilan untuk haji, dan umat manusia datang dari berbagai penjuru untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Tawaf dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah, serta mengikuti teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il. Ibadah tawaf ini juga mencerminkan kesatuan dan persatuan umat Islam yang berasal dari berbagai suku, bangsa, dan budaya yang berkumpul di Masjidil Haram dalam ibadah haji.

Dalam sejarahnya, tawaf telah mengalami perubahan dan peningkatan dari masa ke masa. Pada awalnya, tawaf dilakukan di sekitar Ka'bah yang sederhana, kemudian di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, tawaf dimodifikasi untuk menghindari konflik dan insiden antara suku-suku yang berbeda.

Salah satu perubahan penting yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah memutuskan untuk menghapuskan tawaf telanjang (tanpa pakaian) yang sebelumnya dilakukan oleh beberapa suku Arab pagan. Nabi Muhammad menggantikan tawaf telanjang dengan tawaf menggunakan pakaian.

Selain itu, Nabi Muhammad juga menetapkan titik awal tawaf di Hajar Aswad, yaitu batu hitam yang diyakini berasal dari surga dan menjadi bagian dari Ka'bah. Batu hitam ini kini menjadi titik awal bagi jemaah haji untuk memulai tawaf.

Seiring berjalannya waktu, tawaf menjadi lebih teratur dan terorganisir. Pada abad ke-9, Khalifah Abbasid, Al-Ma'mun membangun pilar yang memudahkan jemaah haji untuk mengikuti lingkaran tawaf. Selain itu, berbagai perbaikan infrastruktur juga dilakukan oleh penguasa Islam selanjutnya untuk menampung jumlah jemaah haji yang semakin bertambah setiap tahunnya.

Dalam sejarah modern, khususnya setelah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia, pembangunan dan perluasan Masjidil Haram terus dilakukan untuk menyambut jemaah haji yang jumlahnya semakin besar. Fasilitas dan akomodasi pun terus ditingkatkan demi kenyamanan dan keselamatan para peziarah.

Dengan sejarahnya yang kaya, tawaf menjadi salah satu bagian paling khusyuk dan mengesankan dalam ibadah haji. Melakukan tawaf bersama ribuan dan bahkan jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia adalah pengalaman spiritual yang mendalam dan menggugah hati, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam umat Islam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi