Akurat Logo

Sejarah Iduladha, Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim AS

| 15 Juni 2023, 13:08 WIB
Sejarah Iduladha, Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim AS

AKURAT.CO Bagi umat muslim, keutamaan dalam perayaan Iduladha sama seperti merayakan Idulfitri. Jika Idulfitri identik dengan silaturahmi maka Iduladha berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban.

Umat muslim akan merayakan Iduladha setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hari itu diwujudkan dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan setelah salat ied.

Iduladha memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai hadis, salah satunya adalah hadis yang diterangkan dalam kitab Nailul Authar tentang keutamaan darah (menyembelih) hewan kurban: 

Dari Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW bersabda "Tidak ada suatu amal yang dikerjakan oleh anak Adam pada hari nahr (hari penyembelihan kurban) yang teramat dicintai Allah, melainkan mengalirkan darah. Dan sesungguhnya dia (binatang kurban itu) kelak di hari kiamat. Sungguh akan datang dengan tanduk-tanduknya, kukunya dan rambut-rambutnya. Dan sesungguhnya darah itu akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla di tempat pemotongan itu sebelum binatang itu jatuh ke tanah. Karena itu, niatlah (dalam kurban itu) dengan hati yang tulus." (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, dan hasan-gharib).

Lantas bagaimana awal mulanya ada perayaan Iduladha? Berikut adalah penjelasan mengenai sejarah awal mulanya muncul perayaan Iduladha.

Sejarah Iduladha

Bicara mengenai sejarah Iduladha pastinya berkaitan dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS yang menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri yaitu Nabi Ismail AS. Adapun ayat yang menerangkan peristiwa tersebut adalah surah As-saffat ayat 102: 

"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar."

Pada kala itu, Nabi Ibrahim AS yang telah berusia lanjut (terdapat suatu riwayat yang menyatakan bahwa usia Beliau mencapai 85 tahun) bersama istrinya, Siti Hajar, belum dikaruniai seorang anak. Nabi Ibrahim sangat menginginkan kehadiran seorang anak laki-laki supaya kelak dapat meneruskan perjuangannya dalam menegakkan syiar ajaran Allah SWT di muka bumi ini.

Sampai kemudian di suatu malam, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya ketika telah sampai pada usia sanggup bekerja bersama Nabi Ibrahim AS. Diketahui, hadis yang menyatakan hal tersebut terdapat dalam kitab-kitab Sittah.

Hal tersebut tentu saja membuat Nabi Ibrahim AS bimbang, karena itu merupakan perintah langsung dari Allah SWT, namun di sisi lain Beliau juga sangat menyayangi putranya. Pada akhirnya dengan sekuat hati, akhirnya Nabi Ibrahim AS memberanikan diri untuk mengajak bicara Nabi Ismail AS bahwa dirinya telah mendapatkan perintah untuk menyembelih putranya itu.

Jawaban yang dilontarkan oleh putranya membuat Nabi Ibrahim AS kaget, sebab putranya bersedia untuk dijadikan kurban sebagaimana perintah dari Allah SWT. Pada akhirnya waktu penyembelihan pun tiba. Saat ia (Ibrahim) membaringkan puteranya yang siap untuk disembelih dan keduanya tunduk serta berserah diri kepada kehendak Allah SWT maka digunakanlah Nabi Ismail AS dengan seekor sembelihan yang besar. Sejumlah riwayat mengatakannya kambing gibas.

Melalui peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian digantikan menjadi hewan domba oleh Allah SWT inilah yang menjadikan sejarah dari Hari Raya Iduladha. Tak hanya itu, melalui peristiwa hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya juga menjadikan lahirnya Kota Mekkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat muslim di seluruh dunia beserta dengan keberadaan air zam zam yang tidak pernah kering sejak ribuan tahun silam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.