Akurat Logo

Kisah Kebijaksanaan Hasan al-Bashri Menghadapi Kezaliman

Cendhy Vicky V | 1 Agustus 2022, 08:12 WIB
Kisah Kebijaksanaan Hasan al-Bashri Menghadapi Kezaliman

AKURAT.CO Pada masa hidup Hasan al-Bashri kepemimpinan masyarakat di bawah kendali Al-Hallaj bin Yusuf al-Tsaqafi, seorang kepala negara yang zalim bahkan banyak umat muslim yang mati di tangannya. Seiring berjalan waktu, sebagian rakyat mulai tak tahan dengan kelalimannya dan berencana melancarkan pemberontakan.

Di antara pihak yang berencana melawan Al-Hallaj adalah sebagian kelompok di bawah pimpinan Ibnu Asy’ats yang tengah merekrut dan menyusun kekuatan untuk mengkudeta zalim itu.

Dalam kondisi cobaan besar seperti ini, Allah akan menguji hamba-hamba-Nya. Siapa yang tetap bersabar dengan tetap berpegang teguh pada jalur syariat dan siapa yang tidak mampu menahan diri sehingga ia melakukan kesalahan yang merugikan dirinya dan orang lain.

Oleh karena itu, mari kita simak bagaimana Hasan al-Bashri sebagai seorang ulama besar menyikapi cobaan kezaliman pemimpin ini. Dijelaskan dalam satu riwayat:

Dari Sulaiman bin Ali ar-Rab’i ia berkata, “Tatkala terjadi fitnah (kezaliman Al-Hallaj), Ibnu Asy’ats yang hendak memerangi al-Hajjaj, pergilah Uqbah bin Abdil Ghafir, Abul Jauza, dan Abdullah bin Ghlalib untuk menemui Hasan al-Bashri dan meminta fatwa kepada beliau.

Mereka bergerak untuk memerangi seorang thaghut ini (al-Hajjaj) yang telah menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan, dan merampas harta yang haram untuk dirampas, telah meninggalkan shalat, dan telah melakukan ini dan itu. (Mereka menyebutkan semua tindak-tanduk dari al-Hajjaj bin Yusuf).

Melihat kedatangan mereka, Hasan al-Bashri berkata, “Namun, aku berpendapat kalian jangan memeranginya. Karena kalaulah ia adalah suatu hukuman untuk kalian, maka sekali-kali kalian tidak akan mampu menolak hukuman Allah subhanahu wa ta’ala dengan pedang-pedang kalian.

Namun bila ia adalah musibah dan ujian untuk kalian, maka bersabarlah sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hukum kepada kalian dan Allah subhanahu wa ta’ala adalah sebaik-baik yang memutuskan hukum.’

Namun, mereka tidak menggubris perkataan al-Hasan bahkan mengatakan, ‘Apakah kita akan menaati perkataan keledai liar itu..!? (Hajaj)’ Mereka pun tetap nekad keluar bersama Ibnu Asy’ats hingga akhirnya mereka terbunuh semua.”

Hasan al-Bashri kemudian berkata, “Seandainya manusia tatkala diuji dari sisi pemimpinnya mereka mau bersabar, tentu mereka akan mendapat jalan keluarnya. Namun, mereka begitu tergesa-gesa menghunus pedang-pedang mereka. Demi Allah, tidaklah mereka datang dengan membawa kebaikan.”[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
A
Editor
Abror