Akurat Logo

Ini Alasan Nasabah Super Kaya Maybank Indonesia Lebih Suka Transaksi di Kantor Cabang

M. Rahman | 30 Januari 2024, 16:17 WIB
Ini Alasan Nasabah Super Kaya Maybank Indonesia Lebih Suka Transaksi di Kantor Cabang

AKURAT.CO Tak dipungkiri, era perbankan digital membuat nasabah bermigrasi besar-besaran meningggalkan transaksi fisik di kantor cabang dan beralih ke aplikasi dalam genggamannya.

Tak heran, porsi transaksi nasabah di kantor cabang perbankan saat ini lazimnya tinggal 5-3% saja sementara mayoritas sudah dilakukan via transaksi digital.

Namun demikian, masih ada nasabah yang lebih memilih datang ke kantor cabang ketimbang bertransaksi digital. Mereka umumnya nasabah dengan saldo simpanan dengan nilai fantastis di atas Rp500 juta.

Baca Juga: Maybank Gandeng Pegadaian Tawarkan Tabungan Emas Mulai Rp10 Ribu di Aplikasi M2U ID

Itulah mengapa sebagian besar bank juga masih mempertahankan jaringan kantor cabang mereka, merelokasi dan tidak menutup semua jaringan offlinenya. Seperti yang dilakukan Maybank Indonesia.

Chief Digital Officer Maybank Indonesia, Charles Budiman mengatakan alasan utama nasabah kelompok ini atau priviledge dan wealth segment kalau di Maybank Indonesia, adalah karena mereka masih suka dilayani.

"Karena preferensi mereka masing-masing lebih suka dilayani," ujar Charles.

Ditambahkan Charles, porsi transaksi melalui digital pada saat ini di Maybank untuk segmen ritel sudah di kisaran 86%. "Dari tahun ke tahun ada kenaikan. Arah ke depannya akan kita naikkan terus juga," imbuhnya.

Sementara segmen mikro yang terdiri dari young professional (usia 20-34 tahun) dan midlifer (45-49 tahun) mendominasi transaksi digital banking perusahaan lewat aplikasi M2U ID dengan porsi 80%.

Tercatat, pada kuartal I-2023 nilai transaksi M2U tumbuh 22% secara tahunan dengan nilai lebih dari Rp26 triliun. Searah dengan itu, frekuensi transaksi keuangan M2U tumbuh 16% yoy menjadi lebih dari 4,8 juta kali per kuartal I-2023.

Ada lebih dari 40 ribu rekening tabungan telah dibuka secara digital melalui M2U pada kuartal I-2023. Kemudian, volume pendanaan melalui M2U mencapai lebih dari Rp6,3 triliun dan tumbuh 23% yoy per kuartal I-2023.

Di M2E (untuk nasabah korporasi), nilai transaksi hingga tiga bulan pertama tahun ini sudah mencapai Rp181,92 triliun, tumbuh 1,4% yoy. Saldo rata-rata giro pada kuartal I-2023 tercatat sebesar Rp25,4 triliun, tumbuh 15,5% yoy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa