Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Unit Link Ambles 29,12 Persen Di 3 Kuartal Pertama 2023

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi asuransi jiwa dari lini bisnis produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau dikenal unit link sepanjang Januari - September 2023 terkontraksi 29,12% secara tahunan.
Capaian ini berbanding terbalik dengan pendapatan premi asuransi jiwa dari lini bisnis konvensional atau non-PAYDI yang tumbuh 9,26% sepanjang tiga kuartal pertama 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono melihat kontraksi premi asuransi jiwa unit link sejalan dengan penerapan aturan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) yang mendorong normalisasi kinerja pendapatan premi di lini bisnis ini.
Baca Juga: OJK: Pendapatan Premi Unit Link Turun Rp11,6 T Di Kuartal II-2023
Buntutnya, pendapatan premi asuransi secara umum juga terseret menjadi Rp228,51 triliun, atau terkontraksi 1,57% secara tahunan di Januari - September 2023. Bahkan pelemahan pendapatan premi asuransi September lebih parah dibanding bulan JUli yang hanya turun 1,25% secara tahunan.
Hal ini wajar mengingat pendapatan premi asuransi mayoritas atau 57,77% dikontribusikan dari asuransi jiwa (yang mayoritas bersumber dari unit link) dan sisanya asuransi umum serta reasuransi.
Tercatat, premi asuransi jiwa per September 2023 mengalami kontraksi 7,93% yoy menjadi Rp132 triliun, sedangkan asuransi umum dan reasuransi tumbuh 8,71% yoy menjadi Rp 96,47 triliun.
"Premi pada asuransi jiwa secara umum mengalami penurunan disebabkan oleh turunnya pertumbuhan premi pada lini bisnis PAYDI," kata Ogi dikutip Rabu (1/11/2023).
Menurut Ogi, perubahan ekuilibrium bisnis PAYDI melalui implementasi aturan terkait PAYDI dinilai akan dapat memperkuat struktur dan fondasi perusahaan asuransi jiwa dalam melakukan bisnis PAYDI yang lebih prudent, serta implementasi tata kelola yang lebih baik.
"Kami terus mendorong pelaku usaha untuk terus melakukan penetrasi seiring dengan pemulihan kondisi perekonomian dengan terus memperhatikan risiko dengan baik dan meningkatkan kualitas layanan kepada pemegang polis," tukas Ogi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






