Akurat Logo

Ini Alasan BCA Tutup Rekening Nasabah Saldo 0 Rupiah

M. Rahman | 27 September 2023, 19:45 WIB
Ini Alasan BCA Tutup Rekening Nasabah Saldo 0 Rupiah

AKURAT.CO - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal menutup rekening nasabah bersaldo Rp0 yang tak aktif atau tidak ada transaksi selama 12 bulan beruntun. Ketentuan baru ini akan berlaku efektif per 1 November 2023 mendatang.

Adapun ketentuan yang berlaku hingga 31 Oktober saat ini menyatakan jangka waktu rekening tidak aktif yang berlaku adalah 18 bulan. 

Penutupan secara otomatis ini berlaku bagi nasabah BCA dengan jenis rekening Tahapan, Tahapan Gold, Tahapan Xpresi, Tapres, TabunganKu, BCA Dollar, dan Giro. Untuk menghindari penutupan secara otomatis, nasabah diimbau senantiasa melakukan transaksi dan menyimpan dana sesuai dengan minimum saldo.

Baca Juga: Aturan Baru Penutupan Rekening BCA Mulai 1 November 2023

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan penutupan otomatis rekening nasabah bersaldo Rp0 yang tak aktif selama 12 bulan berturut-turut sejalan dengan fokus bisnis perusahaan yang lebih menitikberatkan kualitas ketimbang kuantitas.

"Dari pada dipelihara (nasabah saldo Rp0 tak aktif selama 12 tahun beruntun) malah jadi beban. Ini berlaku untuk seluruh nasabah BCA, masa saldo Rp0 selama setahun pak?," ujar Jahja kepada Akurat.co, Rabu (27/9/2023).

Selain itu, penutupan rekening nasabah bersaldo Rp0 yang tak aktif juga demi menghindari agar jangan sampai digunakan untuk kejahatan dan bukan semata karena beban korporat.

"Penutupan rekening tidak aktif adalah untuk perlindungan konsumen juga sehingga tidak disalahgunakan untuk tindakan kejahatan," tegas Jahja.

Sementara untuk nasabah BCA digital atau Blu, kebijakan penghapusan otomatis rekening nasabah saldo Rp0 diserahkan ke mereka, menurut Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn. 

"Terkait kebijakan BCA Digital (Blu), dapat kami sampaikan bahwa BCA dan BCA Digital (Blu) merupakan entitas terpisah sehingga ketentuan akan mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan," imbuh Hera.

Langkah penghapusan otomatis rekening nasabah saldo Rp0 tersebut semakin memantapkan langkah perusahaan agar makin efisien. Tercatat, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan, yang menggambarkan seberapa efisien satu bank mencapai 44,09% di semester I-2023, turun jauh dari 52,38% pada semester I-2022.

Menurut Hera, penurunan BOPO dan CIR perseroan sejalan dengan pengelolaan layanan operasional perbankan yang efisien tepatnya lewat optimalisasi layanan transaksi perbankan digital dan transaksi non tunai, serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis internal.

Total volume transaksi BCA terus tumbuh secara konsisten, mencapai 14,3 miliar di semester I-2023, atau naik 27,2% YoY. Pertumbuhan tersebut didongkrak oleh inovasi berkesinambungan di ekosistem multi-channels serta basis nasabah yang terus meningkat. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 44,0% YoY.

BCA juga akan melanjutkan investasi digital untuk membukukan kenaikan pendapatan dari digitalisasi. Sejalan dengan pemulihan mobilitas dan perekonomian, BCA juga yakin beban operasional ke depan akan terus melandai seiring dengan efisiensi yang dilakukan perseroan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa