AKURAT.CO - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perkembangan terkait Environment, Social, and Good Governance (ESG) di Indonesia hingga 2023 meningkat. Hal tersebut disampaikan Head of Business Development Bursa Efek Indonesia, Ignatius Denny Wicaksono di acara diskusi Publik dan Talk Show dengan tema “Mendorong Investasi Berkelanjutan di Indonesia”.
Denny menjelaskan, saat ini pemerintah sudah mendorong untuk menetapkan ESG ke arah sustainability report, dari mulai menerapkan rencana carbon trading, pajak karbon, dan juga perpajakan mobil serta insentif pada mobil listrik sebagai upaya pemerintah untuk mendorong sustainability Indonesia.
Selain itu, Otoritas Jasa keuangan (OJK) telah mengeluarkan Roadmap, sehingga BEI dalam hal ini juga mendorong apa yang sudah OJK lakukan dengan mengedepankan aspek tekniksnya.
Baca Juga: Laporan Dampak ESG Lazada 2023: Emisi GRK Turun 10 Persen
“Kami lebih mengedepakan aspek teknisnya seperti melakukan sosialisasi, ESG rating bersama dengan partner kami, dan kita juga membuat ESG indeks, serta juga sedang menjajaki sistem pelaporan yang membuat perusahaan yang tercatat di kami harapannya bisa membantu,” kata Denny dipantau secara daring pada Kamis (14/9/2023).
Kemudian Denny menjelaskan, berdasarkan laporan BEI ESG rating yang bekerjasama dengan Sustainalytics, peringkat ESG emiten di Indonesia membaik.
“Pada tahun 2020 angkanya mencapai 33,05 atau yang biasa kami sebut High risk, sedangkan pada tahun 2023 perusahaan-perusahaan di Indonesia itu angkanya rata-rata 29,9 atau sudah masuk ke level medium risk,” ucap Denny.
Sedangkan dari sisi tingkat penyampaian laporan keberlanjutan (Sustainability Report Submission Rate), pada tahun 2019 hanya 54 perusahaan yang melakukan laporan terkait ESG, dan pada tahun 2023 sudah sebanyak 729 perusahaan yang melakukan laporan keberlanjutan (Sustainability Report).
“Melihat dari perkembangan indeks ESG tersebut, ini memperlihatkan animo Indonesia terkait ESG sudah meningkat,” ungkap Denny.
Sebagai tambahan, sebagai upaya membantu dan mendorong ESG, Bursa Efek Indonesia telah melakukan 4 dari 5 rekomendasi dari TCFD (Task Force on Climate-related Financial Disclosures).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai










