AKURAT.CO - Memiliki passive income adalah impian bagi banyak orang. Banyak dari kita mengejar berbagai cara untuk segera menuju financial freedom. Apalagi passive income juga bisa menjadi dana simpanan untuk hari tua. Biasanya masyarakat akan memilih properti sebagai sumber passive income. Namun kini terdapat berbagai hal lain yang bisa digunakan sebagai passive income, seperti jenis Obligasi yang tepat.
Akan tetapi mana yang lebih baik untuk digunakan sebagai sumber passive income di antara properti atau Obligasi? Simak uraian berikut ini untuk membantu Anda dalam membuat keputusan.
Perbandingan Properti dengan Obligasi
Memang properti dan obligasi adalah dua instrumen yang berbeda. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang bisa dibandingkan untuk pertimbangan Anda dalam memilih investasi. Berikut diantaranya:
-
Persiapan
Ketika ingin melakukan investasi, Anda tentunya akan memerlukan berbagai persiapan. Persiapan yang diperlukan dalam investasi properti di antaranya mencari rumah atau tanah yang cocok untuk dibeli.
Selain itu, investasi properti bertujuan untuk memperoleh passive income dari properti tersebut. Oleh sebab itu, Anda juga perlu mencari tahu hal-hal apa saja yang berkaitan dengan tujuan tersebut seperti harga sewa properti sehingga Anda bisa memperkirakan keberhasilan dari tujuan Anda.
Sama halnya dengan investasi properti, Anda juga perlu mengetahui berbagai jenis Obligasi serta berbagai karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya sebelum berinvestasi.
-
Proses Investasi
Ketika Anda sudah melakukan berbagai persiapan, maka saatnya Anda melakukan proses investasi. Dalam bidang properti, proses tersebut meliputi bagaimana Anda memasarkan hingga mengelola properti sehingga layak untuk disewakan dan penyewa pun mau membayar sesuai harga sewa yang telah Anda terapkan.
Begitu pula dengan Obligasi. Anda bisa mulai melakukan investasi dengan jenis dan di tempat yang Anda inginkan. Anda pun bisa melakukan beberapa hal, tergantung kebijakan dari investasi Obligasi tersebut.
Sebagai contoh, dalam Obligasi SBR Anda bisa mengajukan early redemption, yakni pengajuan pelunasan pokok dari pemerintah sebelum jatuh tempo.
-
Biaya yang Muncul
Dalam investasi properti, Anda akan menemukan berbagai biaya yang muncul. Misalnya adalah cicilan KPR bila ada, Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPTHTB), biaya notaris, asuransi, pajak atas penghasilan sewa, dan lain sebagainya.
Di investasi Obligasi sendiri, Anda akan menemukan biaya yang muncul berkala, yakni pajak terhadap kupon Obligasi sebesar 15%. Selain itu, ada juga biaya yang harus Anda keluarkan ketika ingin berinvestasi, yakni harga Obligasi itu sendiri.
-
Kepemilikan
Ketika berinvestasi properti, maka properti tersebut bisa menjadi milik Anda sepenuhnya. Hal ini ditandai dengan kepemilikan SHM atau Sertifikat Hak Milik. Sertifikat ini pun memiliki bentuk fisik. Selain itu, Anda akan seterusnya memiliki properti tersebut kecuali bila dijual.
Namun dalam berinvestasi Obligasi, tidak semua sertifikat memiliki bentuk fisik untuk menyatakan kepemilikan Obligasi. Beberapa Obligasi seperti SBR atau ORI akan menawarkan sertifikat tanpa warkat atau scripless. Di samping itu, kepemilikan Obligasi Anda bergantung pada waktu jatuh tempo.
-
Cara Perolehan Passive Income
Saat berinvestasi properti, Anda akan memperoleh sewa setiap bulannya. Pembayaran harga sewa ini bisa Anda tentukan sendiri baik tiap bulan atau tiap tahun. Beberapa orang pun akan menetapkan minimal periode pembayaran sewa. Di samping itu, Anda juga bisa mencari penyewa yang mampu membayar sesuai harga sewa yang Anda inginkan
Sedangkan dalam investasi Obligasi, Anda akan memperoleh kupon secara berkala. Perolehan kupon ini bergantung pada kebijakan dari masing-masing Obligasi. Ketika jatuh tempo pun, Anda akan memperoleh kembali dana sesuai nominal awal ketika Anda berinvestasi.
-
Nilai Aset
Pada umumnya, harga properti akan meningkat tiap tahunnya. Namun Anda perlu waspada akan hal-hal yang bisa mempengaruhi harga properti, seperti sengketa, bencana alam, dan lain sebagainya.
Pada investasi Obligasi, Anda akan memiliki risiko penurunan harga atau capital loss. Namun Anda juga akan memperoleh peluang keuntungan atau capital gain yang tak kalah menarik.
Mengapa Investasi Obligasi Lebih Baik?
Investasi Obligasi dinilai lebih baik daripada investasi properti. Hal ini disebabkan investasi properti dinilai belum memiliki imbal hasil yang baik. Bahkan imbal hasil dari investasi properti bisa lebih rendah dari rata-rata bunga deposito bank per tahunnya.
Tak hanya itu, investasi properti juga dinilai berisiko bila dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia karena bencana alam sering terjadi, seperti gempa bumi. Jika bencana alam tersebut terjadi, maka properti Anda pun bisa rusak.
Sedangkan beberapa Obligasi mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito. Selain itu, ada jenis Obligasi yang dinilai lebih aman dan memiliki risiko minimal di manapun Anda melakukan investasi. Untuk lebih mengetahuinya, simak uraiannya di bawah ini:
-
Obligasi Korporasi
Obligasi Korporasi merupakan Obligasi atau surat utang yang diterbitkan oleh korporasi, seperti perusahaan swasta atau BUMN. Ciri khas Obligasi Korporasi adalah jatuh tempo yang cenderung lebih pendek daripada Obligasi lainnya, yaitu minimal satu tahun.
Dibandingkan dengan Obligasi Pemerintah, Obligasi Korporasi memiliki risiko yang lebih tinggi. Namun hal ini kembali lagi kepada situasi dari perusahaan, pasar, sampai ke kondisi politik dari negara tempat perusahaan tersebut berasal.
-
Obligasi Pemerintah Daerah
Sesuai namanya, Obligasi Pemerintah Daerah adalah Obligasi atau surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. Tujuan pemerintah daerah menerbitkan Obligasi ini adalah untuk membantu pembangunan daerah.
-
Obligasi Pemerintah
Obligasi yang terakhir adalah Obligasi Pemerintah. Definisi Obligasi Pemerintah ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau negara. Obligasi jenis ini dilindungi oleh berbagai undang-undang maupun peraturan seperti peraturan pemerintah dan peraturan menteri keuangan.
Tak elak, Obligasi ini pun sering dicari oleh para investor karena perlindungan yang diberikan kepada Obligasi Pemerintah seperti yang sudah dijelaskan di atas akan membuat Obligasi ini cenderung lebih aman dan memiliki risiko gagal bayar yang minimal.
Ada berbagai jenis Obligasi Pemerintah yang diterbitkan tiap tahunnya. Diantaranya adalah Obligasi Negara Ritel Indonesia atau ORI dan Saving Bond Ritel Indonesia atau SBR. Meskipun sama-sama dari pemerintah, namun kedua Obligasi ini memiliki beberapa perbedaan.
Perbedaan tersebut terdapat pada jenis kupon yang diperoleh, fitur early redemption yang hanya dimiliki oleh SBR, ORI yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, waktu tenor, dan lain sebagainya.
Berinvestasi Obligasi Pemerintah bersama DBS Treasures
Di atas Anda sudah mengetahui bahwa Obligasi Pemerintah merupakan instrumen yang memiliki risiko minimal. Jika Anda tertarik dengan instrumen investasi tersebut, perbankan prioritas DBS Treasures siap mendukung Anda.
Ada berbagai keunggulan yang akan Anda peroleh bila berinvestasi bersama DBS Treasures, di antaranya:
1. Mendapatkan kupon secara berkala dan kompetitif dengan tingkat kupon di atas rata-rata bunga Deposito
2. Berpeluang memperoleh capital gain dari naiknya harga Obligasi.
3. Tak ada biaya tambahan selain selisih antara harga beli dan harga jual
4. Mudahnya akses transaksi investasi melalui Aplikasi digibank by DBS selama 24 jam
Oleh sebab itu, segeralah berinvestasi dengan yakin menggunakan jenis Obligasi yang tepat untuk mendapatkan passive income bersama DBS Treasures. Jika Anda masih memerlukan informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi tautan berikut ini https://www.dbs.id/id/treasures-id/investasi/structured-product/investing-in-bonds
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





