Akurat Logo

Ben Bernanke Menang Hadiah Nobel Ekonomi, Nakhodai Bank Sentral AS saat Krisis Moneter 2008

| 11 Oktober 2022, 12:10 WIB
Ben Bernanke Menang Hadiah Nobel Ekonomi, Nakhodai Bank Sentral AS saat Krisis Moneter 2008

AKURAT.CO Mantan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), Ben Bernanke, dianugerahi hadiah Nobel bidang ekonomi tahun ini. Penghargaan itu didapatnya bersama 2 ekonom lainnya, Douglas Diamond dan Philip Dybvig, berkat kinerja mereka dalam krisis moneter.

Dilansir dari The Guardian, Bernanke memimpin bank sentral terkuat di dunia selama krisis moneter 2008. Ia pun membantu mengawasi respons global.

Menurut Yayasan Nobel, Bernanke, Diamond, dan Dybvig banyak berjasa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat soal peran bank dalam perekonomian, terutama selama krisis keuangan.

"Kinerja mereka menunjukkan betapa pentingnya menghindari kebangkrutan bank," paparnya.

Dicetuskan pada 1960an, beberapa dekade setelah hadiah Nobel asli, penghargaan ini secara teknis dikenal sebagai hadiah Sveriges Riksbank bidang ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel. Penghargaan tersebut datang bersama hadiah uang tunai 10 juta krona (Rp13 miliar) dan medali emas.

Bernanke merupakan kepala The Fed pada 2006-2014. Pria 68 tahun itu memimpin respons bank sentral AS terhadap ledakan sistem keuangan dan krisis ekonomi global mendalam yang menyusul kemudian. Ia mengawasi The Fed memangkas suku bunga mendekati nol dan memelopori penggunaan pelonggaran kuantitatif untuk mencegah resesi terakhir berubah menjadi 'deja vu' Depresi Hebat 1930an.

Di sisi lain, Bernanke dikritik atas kegagalannya mengantisipasi crash sebelumnya, serta konsekuensi pelonggaran kuantitatif setelah kebijakan The Fed yang membeli utang pemerintah AS menaikkan harga aset dengan efek merusak yang menyebabkan ketimpangan.

Hadiah Nobel biasanya diberikan pada akademisi, alih-alih pembuat kebijakan. Meski begitu, sebelum menjabat di The Fed, Bernanke dikenal atas penelitiannya soal Depresi Hebat. Menurut Yayasan Nobel, penghargaan itu dianugerahkan untuk karya trio ekonom pada awal 1980an.

"Bernanke menunjukkan bagaimana jalannya bank menjadi faktor penentu dalam krisis yang menjadi begitu dalam dan berkepanjangan. Jika bank tumbang, informasi berharga soal peminjam lenyap dan tak bisa langsung dibuat kembali. Dengan demikian, kemampuan masyarakat untuk menyalurkan tabungannya ke investasi produktif menjadi sangat berkurang," terang Yayasan Nobel. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.