Bikin Pembeli Kepincut Sama Deskripsi Produk Kamu Gimana Sih? Kuy Intip Triknya!

AKURAT.CO Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis deskripsi produk yang baik.
Ya, deskripsi produk bukan hanya berfungsi untuk memudahkan calon konsumen mengenali produk Anda. Tetapi juga untuk menarik perhatian dan meyakinkan mereka untuk membeli.
Lantas, bagaimana cara menulis deskripsi produk yang menarik?
Tak usah bingung. Kami sudah menyiapkan beberapa tips penulisan deskripsi produk yang tepat beserta beberapa contohnya di artikel ini. Penasaran? Yuk, simak langsung ulasannya sampai tuntas!
1. Kenali Target Konsumen Anda
Hal utama yang perlu Anda lakukan sebelum menulis deskripsi produk adalah mengenali siapa target konsumen Anda.
Cara ini bisa diawali dengan memahami buyer persona, alias mencari tahu bagaimana karakter calon konsumen Anda. Mulai dari interest mereka, apa yang mereka butuhkan, seberapa sering mereka mengunjungi website atau media sosial Anda, dan lain-lain.
Selain itu, kenali juga bagaimana gaya bahasa yang tepat untuk membangun komunikasi dengan mereka. Biasanya, gaya bahasa dapat disesuaikan dengan usia target konsumen, selera humor, atau bahkan brand image yang ingin Anda ciptakan di mata konsumen.
Selain dari gaya bahasa, Anda juga bisa menyisipkan informasi seputar keunggulan atau fitur produk yang Anda tawarkan. Contohnya seperti postingan Kalis tadi, dimana mereka mengutamakan nominal harga ekonomis sebagai cara untuk menarik perhatian konsumen.
2. Fokus pada Manfaat Produk
Setelah mengenal siapa target konsumen Anda, berikutnya Anda bisa fokus pada manfaat produk.
Sayangnya, banyak penjual yang terfokus pada penjelasan fitur ketimbang manfaat. Padahal, manfaat dan fitur produk adalah dua hal yang berbeda. Konsumen sendiri sering tidak memperhatikan soal fitur, lho. Mereka hanya peduli pada manfaat yang bisa mereka dapatkan dari produk tersebut.
Jadi, apa bedanya antara fitur dan manfaat?
Fitur merupakan segala sesuatu yang dimiliki pada produk. Sedangkan, manfaat adalah sesuatu yang diperoleh konsumen ketika menggunakan produk Anda.
3. Berikan Sentuhan Emosional
Deskripsi produk yang menarik biasanya tidak hanya sekedar berisi tentang spesifikasi, fitur dan manfaat saja. Tetapi Anda juga bisa memberikan sedikit sentuhan emosional untuk menjadikannya lebih berkesan.
Ada banyak cara untuk Anda bisa memberikan pesan yang menyentuh pada saat menulis deskripsi. Salah satunya adalah dengan story telling.
Seperti yang dilakukan Agradaya, bisnis lokal yang menjual produk-produk rempah asli lokal. Hampir setiap postingannya di media sosial, Agradaya selalu berusaha menciptakan cerita yang berkesan ketika menuliskan deskripsi produk.
Misalnya, dengan menceritakan perjuangan ibu-ibu desa yang ikut berpartisipasi dalam proses pembuatan produknya sehingga bisa menghasilkan produk-produk yang berkualitas.
Atau, Anda juga bisa membuat deskripsi yang menggunakan kalimat yang sedikit puitis nah dengan menggunakan teknik tersebut, maka akan jauh lebih mudah untuk Anda bisa terhubung dengan audiens secara emosional. Bahkan, cara seperti ini bisa lebih ampuh untuk menaklukan hati calon pembeli dibandingkan hanya menyebutkan fitur dan spesifikasi.
4. Gunakan Bahasa yang Natural
Ketika teks deskripsi produk Anda dibaca, apakah intonasinya sudah terdengar friendly? Atau malah terkesan kaku seperti robot?
Jika masih demikian, coba ubah kembali tone dan penggunaan kosa kata tulisan Anda. Sama halnya dengan sentuhan emosional tadi, tata bahasa dan tone tulisan yang conversational akan memudahkan brand Anda terhubung dengan konsumen.
Caranya adalah dengan menggunakan bahasa yang umum dan mudah dicerna. Usahakan untuk menghindari penjelasan yang berbelit-belit agar tidak membuat audiens menjadi bosan. Contoh cara menulis deskripsi produk yang conversational adalah seperti berikut ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


