Akurat Logo

Reksa Dana Pasar Uang, Investasi yang Cuan di Tengah Pandemi

| 4 Desember 2020, 14:30 WIB
Reksa Dana Pasar Uang, Investasi yang Cuan di Tengah Pandemi

AKURAT.CO Pandemi virus Corona tak hanya menggerus kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada segala lini termasuk ekonomi. Roda ekonomi seolah lumpuh dalam sekejap karena berbagai aktivitas dibatasi dalam beberapa bulan.

Kondisi pandemi turut melemahkan pasar saham, termasuk di Indonesia. IHSG ditutup pada posisi 5.813,99 hari ini (2/12/2020). Angka ini masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi yang berada di kisaran 6.000.

Salah satu penyebab pasar saham belum kembali ke semula (bounce back) adalah karena masyarakat masih menahan diri dalam berinvestasi. Mereka memilih untuk mengalihkan pos investasi ke kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.

Tapi sebenarnya, masih ada instrumen investasi yang dapat dipilih oleh masyarakat dengan risiko lebih rendah dan tidak akan mengganggu dana darurat atau dana alokasi untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu instrumen tersebut adalah reksa dana pasar uang. Kelebihan instrumen investasi reksa dana pasar uang adalah likuid atau mudah dicairkan.

Masyarakat dapat mencairkan dana di instrumen tersebut kapan pun tanpa harus menunggu periode waktu tertentu seperti di deposito atau mengikuti mekanisme jual-beli seperti di pasar saham. Berkat sifatnya yang likuid, instrumen reksa dana pasar uang pun dianggap cocok digunakan untuk menyimpan dana darurat, terutama selama pandemi seperti saat ini.

Instrumen reksa dana pasar uang juga terjangkau dibandingkan instrumen lainnya. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk memulai berinvestasi, termasuk para milenial. Pasalnya, kita dapat membeli reksa dana pasar uang dengan modal hanya Rp10.000 alias ceban.

Meski begitu, persentase imbal hasil keuntungan yang diterima tidak ditentukan oleh besaran setoran. Jadi, berapa pun nilai investasinya, persentase keuntungan yang diterima akan tetap sama sesuai kinerja instrumen reksa dana tersebut.

Sebagai tambahan, keuntungan dari reksa dana tak terkena pajak. Hal ini berbeda bila dibandingkan instrumen lain yang berisiko rendah seperti deposito.

Bila dana yang disetor minim, otomatis bunga atau imbal hasil deposito pun ikut rendah. Belum lagi, keuntungan atau bunga deposito masih harus terkena potongan pajak, dan masyarakat pun perlu menyiapkan dana Rp5 juta sampai Rp8 juta untuk membuka deposito. Tips investasi reksa dana pasar uang

1. Tentukan tujuan investasi

Contohnya, kamu ingin berinvestasi untuk membeli rumah dalam 5 tahun atau 10 tahun ke depan. Saat memiliki tujuan yang pasti, kamu jadi lebih mudah untuk merencanakan investasi. Kamu pun bisa menghitung besaran investasi reksa dana pasar uang per bulan untuk bisa mencapai target tersebut.

2. Sisihkan penghasilan bulanan

Setelah kamu menerima gaji bulanan, jangan langsung dihabiskan. Sebaiknya sisihkan dana untuk investasi. Sebenarnya, tidak ada rumus pasti berapa besaran yang pas untuk investasi bulanan, tapi kamu bisa menyesuaikan nilai tersebut dengan kondisi keuangan.

Kamu bisa memulai dengan menyisihkan 5 persen, 10 persen, atau 20 persen dari penghasilan.

3. Mulai sedini mungkin

Semakin cepat kamu memulai, maka semakin cepat pula uangmu akan tumbuh. Selain itu, dengan memulai lebih cepat, kamu pun bisa membeli reksa dana pasar uang dengan nilai lebih rendah dibandingkan sebulan atau dua bulan kemudian. Jadi, mulailah sekarang!

4. Pilih manajer investasi tepercaya

Manajer investasi adalah perusahaan efek yang dipercaya mengelola dana untuk diinvestasikan ke beragam portofolio efek. Gampangnya, manajer investasi adalah pihak yang mengelola uang yang kamu konversikan menjadi unit penyertaan reksa dana.

Sebelum memulai, kamu bisa mengecek izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, cek prospektus atau instrumen yang dikelola manajer investasi tersebut.

5. Beli reksa dana pasar uang secara online

Saat ini, banyak platform digital yang menyediakan kemudahan untuk berinvestasi secara digital. Misalnya, dengan modal terjangkau Rp10.000, kamu sudah dapat membeli unit reksa dana pasar uang di Tokopedia.

Pasalnya, Tokopedia bekerja sama dengan Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan diawasi oleh OJK. Investor bisa mendapatkan keuntungan hingga 6,5% per tahun tanpa potongan pajak.

Selain itu, Tokopedia juga bekerja sama dengan MI tepercaya, yaitu Mandiri Manajemen Investasi dan Syailendra Capital, menyediakan dua produk pilihan reksa dana pasar uang berisiko rendah, yakni Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra.

Investor juga dapat membuat target investasi dengan memanfaatkan fitur Dana Impian. Lewat fitur tersebut, kamu bisa menuliskan impian jangka panjang dan besaran jumlah yang diinginkan untuk menggapai impian tersebut.

Kemudian, fitur Dana Impian akan menyajikan besaran dana investasi yang harus disisihkan tiap bulan agar impian tersebut tercapai. Ada pula fitur Langganan. Dengan fitur ini, kamu bisa membeli reksa dana di Tokopedia secara otomatis, baik harian, mingguan, maupun bulanan.

Caranya, tinggal pilih besaran investasi, lama waktu investasi, lalu pilih metode pembayaran. Sebagai tambahan informasi, menurut data internal Tokopedia, transaksi Tokopedia Reksa Dana sendiri bertumbuh hampir 27 kali lipat selama dua tahun belakangan. Jumlah pengguna terdaftar di Tokopedia Reksa Dana juga bertumbuh signifikan hingga lebih dari 57 kali lipat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.