Akurat Logo

Miliki 140 Gerai hingga 2 Ribu Karyawan, Ini 7 Fakta Menarik Feny Mustafa, Pendiri Brand Kerudung Zoya

| 1 Februari 2020, 16:42 WIB
Miliki 140 Gerai hingga 2 Ribu Karyawan, Ini 7 Fakta Menarik Feny Mustafa, Pendiri Brand Kerudung Zoya

AKURAT.CO, Shafira dan Zoya adalah dua dari beberapa brand muslim tersohor di Indonesia yang memiliki konsumen loyal dan tersebar di seluruh Indonesia. Feny Mustafa adalah sosok di balik kesuksesan brand yang memiliki induk perusahaan bernama Shafira Corporation tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang Feny Mustafa, pendiri Shafira Corporations.

1. Digodok sejak SMA

Sejak SMA, Feny Mustafa sudah sadar akan lingkungannya terutama di bidang fashion muslimah. Menurutnya, semasa ia masih sekolah, banyak masyarakat yang belum memakai busana muslimah. Hingga kuliah, dirinya terus mempelajari hal tersebut. Puncaknya adalah ketika ia sedang kuliah semester 6 dan memutuskan untuk merintis bisnis fashion muslimah.

2. Bermodalkan Rp12 juta dari rasa percaya

Feny Mustafa juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan memiliki lingkaran pertemanan yang luas. Tidak hanya memiliki teman yang banyak, ia juga selalu berusaha untuk menjadi seorang yang amanah.

Dengan dasar itulah, banyak teman yang rela meminjaminya modal ketika memutuskan untuk membuka toko fashion muslimah, termasuk kedua orang tuanya. Setelah menghubungi keluarga dan orang-orang terdekatnya, Feny berhasil mengumpulkan modal sekitar Rp12 juta hingga di akhir tahun 1988.

3. Dirikan Shafira pada tahun 1989

Di usianya yang menginjak 25 tahun, tepat pada tanggal 8 Januari 1989, Feny berhasil mendirikan perusahaan busana muslimnya dengan nama Shafira. Setahun setelah perusahaan tersebut berdiri, toko resmi pertamanya dibuka di Jakarta.

Ketika itu, ia hanya dibantu 2 karyawan saja. Berjalan selama lima tahun, toko cabang pertamanya di buka di Bandung. Hingga akhirnya pada tahun 2002, Shafira berhasil membuka store resmi di Surabaya.

4. Berinovasi dengan ciptakan Zoya

Tanpa kreativitas, bisnis akan mati. Dengan pedoman itulah, Shafira mendirikan salon kerudung atau hijab clinic pada tahun 2004 dengan nama Lamara. Dua tahun setelah dirintis, Rumah Kerudung dan Baju Lamara langsung mendapat mitra.

Target pasar Shafira yang merupakan orang-orang dengan latar belakang menengah ke atas membuat banyak pelanggannya menyarankan untuk membuka brand yang ramah kepada kaum menengah. Maka, Feny memutuskan untuk mendirikan Zoya, tepatnya pada tahun 2005.

5. Berkembang ke berbagai anak perusahaan

Produk Zoya sendiri kini telah meluas menjadi Zoya Cosmetics, Zoya Jeans, Zoya Home, hingga Zoya Music. Tak hanya itu, Feny juga mengembangkan Mezora pada tahun 2014, brand fashion muslimah dengan target menengah ke bawah.

Selain Shafira, Zoya, dan Mezora, bisnis Feny di bawah Shafira Corporations kian meluas. Brand fashion lainnya adalah Encyclo yang menyasar pasar yang lebih luas. Selain itu ada pula bisnis di bidang kuliner dengan nama Morning Bread.

6. Gunakan sistem open management

Dalam mengembangkan bisnisnya, Feny memilih pendekatan yang unik. Wanita yang telah berada di bisnis fashion selama lebih dari 25 tahun tersebut memilih sistem manajemen terbuka atau open management. Dengan sistem ini, tak hanya para manajemennya saja, karyawannya juga mengetahui jumlah margin atau keuntungan yang diambil oleh perusahaan dan berapa jumlah bagian yang karyawan peroleh.

7. Produksi hingga 2 juta produk per tahun dengan 2 ribu karyawan

Kini, Shafira telah memiliki lebih dari 24 gerai resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, brand Zoya telah ada di lebih dari 140 toko. Pelanggan loyalnya pun saat ini telah mencapai 10 ribu konsumen. Bahkan, setiap tahunnya, Shafira Corporations mampu menghasilkan 1 hingga 2 juta produk dengan bantuan lebih dari 2 ribu karyawan.

Meskipun pernah mengalami penurunan pada tahun 2015 hingga 2016, kini omzet Shafco yang dipimpin oleh Feny Mustafa naik berkali lipat. Bahkan, pada 2017 lalu, perkiraan omzetnya mencapai Rp23 miliar. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.