Melantai di Bursa, Saham Uni-Charm Melesat 20,33 Persen

AKURAT.CO PT Uni-Charm Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode UCID. Hingga penutupan sesi I, sahamnya terus melejit dan berakhir pada peningkatan 20,33 persen atau 305 poin ke Rp1.805 per lembar saham.
Pada perdagangan perdana, saham UCID naik 100 poin atau 6,67 persen menjadi Rp1.600 per saham dibandingkan harga saham perdana (IPO) yang bernilai Rp1.500.
Jumlah saham yang dilepas ke publik melalui penawaran perdana adalah sebanyak 831.314.400 lembar saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Sementara itu, di sesi I Ini, sahamnya berhasil terbeli hingga 70,03 juta dengan frekuensi 12.245 kali diperdagangkan.
“Dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal di Indonesia hingga kami dapat dicatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Dan pencatatan saham ini merupakan bukti komitmen Uni-Charm Indonesia kepada para stakeholders dan rekanan usaha kami," kata Direktur Utama Uni-Charm, Yuji Ishii.
Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana sekitar 64,6 persen digunakan untuk kebutuhan belanja modal, 20,6 persen untuk pembayaran utang, dan sisanya sekitar 14,8 persen akan digunakan untuk modal kerja.
Setelah IPO, komposisi pemegang saham Uni-Charm menjadi 59,20 persen UC Corporation, 20,80 persen Purinusa, dan 20 persen masyarakat.
Adapun Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada Penawaran Umum Saham Perdana ini adalah PT Sinarmas Sekuritas.
Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli mengatakan pembagian itu dilakukan seadil-adilnya dengan perbandingan perolehan asing dengan domestik yaitu sekitar 50:50.
Ia mengatakan berdasarkan data aset manajemen sahamnya dari AS dan Eropa, sudah ada kelebihan pesanan atau oversubscribed 1,4-1,5 Kali dari total IPO.
"Yang masuk ke aset manajemen itu sekarang kebanyakan dari Amerika sama Eropa yang sudah membuka kantor perwakilan di Hongkong sama Singapura dan memperoleh oversubscribed 1,4-1,5 kali," kata Kerry. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


