Akurat Logo

Wika Beton Bangun Pabrik di Kaltim Respon Pemindahan Ibu Kota

Viona Sebastian Nolani | 21 Agustus 2019, 19:15 WIB
Wika Beton Bangun Pabrik di Kaltim Respon Pemindahan Ibu Kota

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta izin memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan saat Sidang Tahunan Bersama DPD/DPR RI, Jum'at (16/8/2019). Kendati demikian, Jokowi tidak menyebutkan ke titik mana lokasi sesungguhnya ibu kota baru akan pindah. 

Merespon hal itu, PT Wijaya Karya Beton Tbk (Kode Saham: WTON) tengah menyiapkan pabrik di Kalimantan Timur seluas 26 hektare.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Beton Imam Sudiyono mengatakan, selain rencana pembangunan pabrik tersebut, perusahaan berkode WTON itu juga akan menambah kapasitas produksi di lokasi tersebut.

“WIKA Beton akan meningkatkan kapasitas untuk merespon pertumbuhan infrastruktur tersebut. Apalagi isu pemindahan ibu kota juga pasti besar kebutuhan infrastrukturnya,” ujar Imam dalam gelaran paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Di sisi lain, perseroan juga akan meningkatkan capex (belanja modal) dari Rp428 miliar menjadi Rp779 miliar pada tahun ini. Capex tersebut difokuskan untuk pengadaan lahan peningkatan kapasistas produksi dan ready mix.

Namun hingga hari ini, Imam melanjutkan, realisasi capex baru berkisar pada Rp190 miliar sehingga masih butuh waktu untuk eksekusi tersebut.

WIKA Beton berhasil mencatatkan omzet kontrak sebesar Rp3,92 triliun hingga bulan Juli 2019. Dengan perolehan omzet kontrak baru tersebut ditambah dengan carry over sebesar Rp5,41 triliun, maka total kontrak yang dihadapi WIKA Beton mencapai Rp9,33 triliun.

Dari capaian ini, WIKA Beton optimistis dapat mencapai target total kontrak dihadapi sebesar Rp14,5 triliun pada akhir tahun yang terdiri dari kontrak baru sebesar Rp9,08 triliun dan carry over sebesar Rp5,41 triliun.

Sebagai informasi, terkait pemindahan ibu kota tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan menyumbang Rp30,6 triliun untuk pemindahan ibu kota atau sekitar 6,56 persen dari total kebutuhan membangun ibu kota baru yang ditaksir mencapai Rp466 triliun.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.