AKURAT.CO, Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan penghargaan SNI Award kepada perusahaan yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan baik dan konsisten.
"Penyelenggaraan penghargaan SNI Award tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-13 kalinya sejak tahun 2005," ujar Kepala BSN Bambang Prasetya usai menyerahkan penghargaan di Jakarta, Kamis (16/11).
SNI Award merupakan apresiasi tertinggi dari pemerintah kepada perusahaan/organisasi yang konsisten dan komitmen dalam menerapkan SNI serta mempunyai kinerja yang sangat baik.
Perusahaan yang mendaftar SNI Award, dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Pada 2014, sebanyak 159 organisasi atau perusahaan yang mendaftar. Pada tahun 2015, sebanyak 151 organisasi atau perusahaan. Pada tahun 2016, sebanyak 108 organisasi atau perusahaan.
"Pada tahun ini, sebanyak 126 organisasi atY perusahaan yang mendaftar. Dari jumlah tersebut lolos sampai tahap kunjungan lapangan sebanyak 57 organisasi. Pada tahap berikutnya, penilaian oleh dewan juri, ditetapkan 50 organisasi sebagai nominasi," kata dia.
Bambang melanjutkan, proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat oleh tim juri yang diketuai pakar ekonomi Rhenald Khasali dengan beranggotakan 21 orang yang ahli di bidang standardisasi atau penilaian kesesuaian. Para juri berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, maupun asosiasi. Penerima SNI Award tahun 2017 terbagi menjadi 10 kategori.
"Per kategori akan diumumkan hasil penilaian apakah masuk peringkat perunggu, perak, emas, atau platinum," jelas Bambang.
Pemeringkatan SNI Award tersebut, mulai diberlakukan pada tahun 2015. Dan untuk pertama kalinya, pada SNI Award 2016, terdapat perusahaan yang berhasil meraih penghargaan kategori Platinum, yaitu PT Pupuk Kalimatan Timur (Pupuk Kaltim) untuk kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang





