Akurat Logo

Menko AHY Sebut Tol Semarang - Demak Solusi Pengendalian Banjir Rob di Pesisir Semarang

Hefriday | 11 Januari 2025, 22:22 WIB
Menko AHY Sebut Tol Semarang - Demak Solusi Pengendalian Banjir Rob di Pesisir Semarang

AKURAT.CO Proyek pembangunan Tol Semarang-Demak terus menjadi perhatian pemerintah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melakukan inspeksi langsung ke lokasi pembangunan ruas tol Seksi I. 

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya mempercepat konektivitas antara Kota Semarang dan Kabupaten Demak, tetapi juga menjadi solusi pengendalian banjir rob di pesisir Semarang.  
 
Dalam kunjungan tersebut, Menko Agus didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo. Salah satu fokus pengecekan adalah pengerjaan Seksi IB, di mana ruas tol yang dibangun juga berfungsi sebagai tanggul laut. 
 
Struktur tanggul ini menggunakan lapisan dasar dari bambu yang disusun hingga 13 lapisan, sebuah pendekatan unik dan penuh tantangan. Menurut Agus, proses mengikat bambu dengan tali nilon memerlukan ketelitian dan kesabaran. 
 
"Kami melihat langsung proses ini. Pekerjaan ini membutuhkan dedikasi tinggi dari para pekerja lapangan," ujarnya, dikutip Sabtu (11/1/2025).
 
 
Panjang area yang membutuhkan pemasangan struktur bambu mencapai 6,2 kilometer, dengan sisa pengerjaan sekitar 1 kilometer lagi.  
 
Pembangunan ruas tol sekaligus tanggul laut ini memakan waktu cukup panjang. Setidaknya dibutuhkan 425 hari untuk menyelesaikan pemasangan struktur bambu, penimbunan material, hingga proses pemadatan. 
 
Nantinya, tinggi timbunan pada struktur tersebut akan mencapai 13,5 meter, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur dengan skala signifikan di kawasan pesisir.  
 
Selain fungsinya sebagai infrastruktur penghubung, tol ini diharapkan membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Agus menjelaskan, setelah tanggul laut ini rampung, setidaknya 576 hektare lahan yang selama ini terkena banjir rob akan menjadi kering. 
 
Hal ini tentunya akan meningkatkan nilai ekonomis lahan tersebut dan membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi di kawasan itu.  
 
Tol Semarang-Demak Seksi I sendiri memiliki panjang total 26,9 kilometer, dengan anggaran pembangunan mencapai Rp10,8 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kehadiran tol ini akan mempermudah mobilitas barang dan manusia, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transportasi serta daya saing ekonomi kedua wilayah.  
 
Dody Hanggodo, Menteri PUPR, menambahkan bahwa tol ini juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendukung ketahanan infrastruktur di wilayah pesisir. "Selain untuk transportasi, fungsi tanggul lautnya akan melindungi masyarakat dari ancaman banjir rob yang selama ini menjadi masalah serius," ungkap Dody.  
 
Namun, di balik manfaat besar tersebut, tantangan teknis tetap ada. Salah satunya adalah pengelolaan waktu pengerjaan yang cukup panjang, mengingat pemasangan struktur bambu dan timbunan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar konstruksi dapat bertahan dalam jangka panjang.  
 
Meski demikian, optimisme tetap tinggi. Proyek ini dipandang sebagai model sinergi antara infrastruktur transportasi dan pengendalian lingkungan. Dengan keberhasilan pembangunan ini, tidak hanya masyarakat Semarang dan Demak yang merasakan manfaatnya, tetapi juga wilayah sekitar yang terdampak positif oleh keberadaan tanggul laut.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa