Akurat Logo

Saingi Pabrik Vietnam dan Thailand, Investor KIT Batang Tak Perlu Beli Tanah untuk Investasi

Ferdinan | 10 Juni 2022, 16:01 WIB
Saingi Pabrik Vietnam dan Thailand, Investor KIT Batang Tak Perlu Beli Tanah untuk Investasi

AKURAT.CO, Megaproyek pemerintah seluas 4.000-an hektare di Jawa Tengah, yaitu Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang akan menjadi pusat kawasan industri Jawa Tengah terbaik di dunia, hal in disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menurut Basuki, konsep KIT Batang merupakan konsep kawasan industri baru yang dimiliki oleh pemerintah. Karena negara telah menyediakan prasarana untuk melakukan investasi di KIT tersebut.

" Ini konsep baru, jadi negara menyiapkan pra sarananya," tutur Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kinerja Bersama dengan Komisi V DPR RI pada Kamis (9/6/2022).

Hal ini menurutnya merupakan langkah strategis Indonesia demi bersaing dengan Vietnam dan Thailand agar mendapatkan investasi dari perusahaan asing.

Dia mengungkapkan, hal ini karena Indonesia ingin bersaing dengan Vietnam dan Thailand. Pasalnya lantaran pemerintah mempelajari dari pengalaman.

" Dulu ada 33 perusahaan yang pindah dari China, pindah semua mereka ke Vietnam dan Thailand. Setelah dipelajari, ternyata kita kalah saing karena tanah. Kebanyakan industri di sini menjual tanah, sehingga para investor tidak mau masuk," imbuh dia.

KIT Batang ini nantinya akan memfasilitasi investor yang akan berinvestasi di kawasan ini, sehingga investor tak perlu beli tanah. Dengan demikian, mereka nanti ke Indonesia cuma hanya bawa teknologi dan uang.

"Konsepnya investor supaya membawa teknologi dan uang, titik!," jelas dia.

Dengan kawasan industri ini, pemerintah telah menyiapkan jalan dan air bersih. Basuki juga menyebut saat ini lahan di Kawasan Industri Batang sudah habis.

Sebelumnya, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah tahap satu telah terjual habis dan saat ini sudah masuk di pengembangan tahap kedua seluas 1.000 hektare.

Ia menuturkan, kawasan industri tersebut saat ini juga telah menjadi kawasan industri dan lokasi berbagai proyek investasi terbesar di Jawa Tengah.

"Semua dari 450 hektare tahap pertama sudah laku terjual habis. Ini terjadi karena kolaborasi yang erat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Investasi, tapi lebih khusus karena ada kolaborasi sehati antara Kementerian BUMN dan Pemda Provinsi Jawa Tengah," ujar Bahlil dalam acara peresmian Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintregasi, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang disiarkan dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/6/2022).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
L